Bea Cukai Serahkan Berkas Perkara Cukai Ilegal ke Kejaksaan Negeri Simeulue

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Senin, 23 September 2019 lalu, tim penyidik Bea Cukai Meulaboh yang dipimpin Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Ade Fitriansyah, menyerahkan berkas perkara tindak pidana di bidang cukai kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simeulue, yang diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Muliadi, SH.

    Pada Senin, 23 September 2019 lalu, tim penyidik Bea Cukai Meulaboh yang dipimpin Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Ade Fitriansyah, menyerahkan berkas perkara tindak pidana di bidang cukai kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simeulue, yang diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Muliadi, SH.

    INFO NASIONAL — Dalam rangka menjalankan fungsi sebagai pelindung masyarakat dari peredaran barang ilegal dan untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau, pada Senin, 23 September 2019 lalu, tim penyidik Bea Cukai Meulaboh yang dipimpin Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Ade Fitriansyah, menyerahkan berkas perkara tindak pidana di bidang cukai kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simeulue, yang diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Muliadi, SH.

    Sebelumnya, pada 4 September 2019, Bea Cukai Meulaboh dan Polres Simeulue menerima pelimpahan perkara tindak pidana di bidang cukai yang dilakukan tersangka berinisial BMY (45) di daerah Sinabang, Kabupaten Simeulue, dengan total potensi kerugian negara senilai Rp 87.461.000. Atas tindak pidana ini, Bea Cukai Meulaboh telah melakukan serangkaian kegiatan penyidikan, mulai dari pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi, pengumpulan alat-alat bukti, penitipan tersangka untuk ditahan di Lapas Meulaboh, serta pengembangan lebih lanjut terhadap kasus tersebut, mulai 5 September 2019 sesuai dengan surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) Nomor: PDP-03/WBC.01/KPP.MP.03/PPNS/2019.

    “Setelah proses pemberkasan lengkap dan kami serahkan, kemudian Jaksa Penuntut Umum akan meneliti kelengkapan berkas perkaranya guna menentukan, apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidaknya dilimpahkan ke pengadilan. Dua hari setelahnya, yakni tanggal 25 September 2019, berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Simeulue, dan kami lakukan proses serah terima tersangka dan barang bukti,” ujar Ade Fitriansyah.

    Masih menurut Ade, tersangka dijemput di Lapas Kelas II Meulaboh untuk selanjutnya dibawa ke Kejaksaan Negeri Simeulue. Selama perjalanan ke Pulau Simeulue yang menggunakan jasa kapal penyeberangan ferry KMP Teluk Sinabang yang memakan waktu 12 jam perjalanan, tersangka beserta barang bukti dibawa oleh petugas Bea Cukai Meulaboh dengan mendapat pengawalan ketat.

    “Kegiataan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antarinstansi melalui kerja sama dan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Simeulue, untuk lebih meningkatkan penegakan hukum khususnya di bidang kepabeanan dan cukai,” kata Ade. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.