Wiranto Ditusuk, Polri Bantah Kecolongan Pengamanan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Wiranto tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pukul 14.46 pada Kamis, 10 Oktober 2019 pasca terkena tusukan di Alun-alun Menes, Banten. Tempo/Halida Bunga

    Menkopolhukam Wiranto tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pukul 14.46 pada Kamis, 10 Oktober 2019 pasca terkena tusukan di Alun-alun Menes, Banten. Tempo/Halida Bunga

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri membantah kecolongan setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk oleh seseorang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara, Kamis, 10 Oktober 2019, saat berkunjung ke Banten.

    "Tidak ada istilah kecolongan. Jadi interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti hal ya yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa itu hal biasa," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    Menurut Dedi, pengamanan yang diberikan kepada Wiranto sudah sesuai dengan prosedur operasional standard. Sejumlah skema pengamanan telah diatur ketika Wiranto melakukan kunjungan ke Banten, Jawa Barat.

    "Pengamanan tetap melekat. Ada pengamanan melekat (pamkat), pengamanan pengawalan (pamwal) juga sudah standar operasional, sudah ada pengawalan melekat," ucap Dedi.

    Wiranto diserang saat hendak balik ke Jakarta setelah berkunjung ke Ponpes Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten. Berdasarkan foto yang beredar, Wiranto diserang oleh pria bercelana putih. Pria itu menggenggam seperti pisau pendek. Penyerangan terjadi di dekat pintu mobil Wiranto.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku terpapar paham radikal. "Dugaan laki laki terpapar paham radikal ISIS, yang perempuan masih didalami," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.