Ketua MPR Bamsoet Minta Motif Penusukan Wiranto Diusut Tuntas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat memimpin Sidang Paripurna Pelantikan Pimpinan MPR RI 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. Dalam rapat musyawarah setelah mendapat dukungan terakhir dari DPD, Bamsoet mengantongi sembilan unsur pimpinan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat memimpin Sidang Paripurna Pelantikan Pimpinan MPR RI 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. Dalam rapat musyawarah setelah mendapat dukungan terakhir dari DPD, Bamsoet mengantongi sembilan unsur pimpinan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta kepolisian mengusut tuntas penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

    "Saya percaya kepolisian bisa segera menyelesaikan masalah ini sesuai ketentuan yang berlaku," kata Bamsoet lewat keterangan tertulis, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Dia juga mendesak motif pelaku ditemukan agar tidak berkembang berbagai teori konspirasi yang berpotensi menimbulkan berbagai prasangka, kekhawatiran, dan ketakutan. Sebab, peristiwa itu terjadi menjelang pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

    Bamsoet juga menyatakan mengecam keras penusukan terhadap Wiranto. Menurut dia tindakan anarkistis dan membahayakan nyawa manusia itu tak dibenarkan hukum dengan alasan apapun. Pelakunya harus diproses secara hukum agar kejadian serupa tak menimpa siapa pun di kemudian hari.

    "Kejadian ini sekaligus menjadi early warning bagi kepolisian yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.

    Meski begitu, Bamsoet meminta peristiwa penyerangan yang terjadi menjelang pelantikan presiden-wakil presiden ini tak didramatisasi. Dia juga mewanti-wanti agar masyarakat tak terprovokasi.

    Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh seorang lelaki ketika akan kembali ke Jakarta di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Pada saat kejadian, anggota Kepolisian Sektor Menes yang berada dekat dengan Wiranto ikut tertusuk pada bagian dada sebelah kanan karena mencoba melindungi mantan Panglima ABRI itu.

    Wiranto mengalami dua tusukan pada bagian perut sebelah kanan. Direktur RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah mengatakan luka itu cukup dalam tetapi tak membahayakan. Wiranto segera dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.