Cerita Pihak Universitas Mathla'ul Anwar Soal Penusukan Wiranto

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku penyerangan (dilingkari putih) berada dibelakang polisi saat bersiap melakukan penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, di Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Pandeglang, 10 Oktober 2019. Istimewa

    Pelaku penyerangan (dilingkari putih) berada dibelakang polisi saat bersiap melakukan penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, di Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Pandeglang, 10 Oktober 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Pandeglang - Wakil Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Pandeglang, Banten, Ali Nurdin, mengatakan peristiwa penusukan Wiranto sangat mengagetkan. Sebab, kejadian yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ini hanya berselang beberapa menit mantan Panglima ABRI itu meninggalkan kampus tersebut.

    “Kejadiannya di Alun Alun Menes, sekitar 6 kilometer dari kampus. Jadi penyerangan itu tidak di lingkungan kampus. Tapi di luar ketika Pak Wiranto turun dari mobil di Alun Alun Menes dan akan naik helikopter untuk balik ke Jakarta,” kata Ali Nurdin ketika dihubungi Tempo, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Letak Alun-Alun Menes, kata Ali Nurdin, berada di Kecamatan Menes, sedangkan Kampus Universitas Mathla’ul Anwar berada di Kecamatan Saketi, Pandeglang. Waktu tempuh perjalanan dari kampus sekitar 10 sampai 15 meit. Wiranto, kata Ali Nurdin, bertandang ke kampus ini untuk sebuah acara peresmian gedung perkuliahan baru.

    Menurut Ali Nurdin, Wiranto diundang karena masih tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Pengurus Besar Mathala’ul Anwar periode 2015-2020. Peresmian gedung tersebut dihadiri sekitar 1.000 orang. Sejumlah tokoh dan pejabat hadir, di antaranya Kepala Polda Banten Inspektur Jenderal Tomsi Tohir, Bupati Pandeglang Ima Narulita dan Kapolres Ajun Komisaris  Besar Indra Lustrianto Amstono.

    “Ketika melepas Pak Wiranto dari lingkungan kampus kami lega karena ada Pak Kapolda dan Pak Kapolres,” kata Ali Nurdin sembari menambahkan selain Wiranto, ada 2 orang yang terkena serangan, yaitu Fuad Syauqi dan Kepala Polsek Menes Komisaris Dariyanto.

    Dua penyerang Wiranto sudah diringkus oleh aparat Polres Pandeglang. Pelaku bernama Syahril Alamsyah dan Fitri Andriana. Pelaku Syahril tercatat sebagai warga Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Sedangkan Fitri tercatat beralamat di Desa  Sitanggai, Kecamatan Karangan, Brebes, Jawa Tengah.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo membenarkan penangkapan penyerang Wiranto. “Untuk pelaku sudah diamankan. Kapolda Banten ada di lokasi saat kejadian. Pelakunya sedang diperiksa," kata Dedi, Kamis, 10 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.