Andi Arief: Demokrat Mendukung Pemerintahan Jokowi Tanpa Syarat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kontemplasi di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kontemplasi di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut pidato kontemplasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada awal September 2019 menegaskan partai akan mendukung pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi tanpa syarat.

    "Lewat pidato kontemplasi, sikap Demokrat jelas, akan mendukung pemerintahan tanpa syarat apapun, termasuk menteri," ujar Andi Arief saat dihubungi Tempo pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    Partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga tidak mematok program untuk merapat ke pemerintahan. "Sebab program yang dijalankan nantinya program Jokowi, karena itu selera dan pilihan Jokowi akan menentukan," ujar Andi.

    Andi Arief menyebut partainya juga tidak akan menyodor-nyodorkan nama kadernya, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono, untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang.

    "Prinsipnya kami tidak menyodor-nyodorkan nama. Partai Demokrat akan memberikan siapapun nama yang akan diminta, jika Jokowi meminta kader Demokrat menjadi menterinya," ujar Andi

    Kendati demikian, H-10 sebelum pelantikan presiden, Andi mengaku belum ada pembicaraan soal tawaran kursi menteri ke Demokrat. "Walaupun demikian, Partai Demokrat akan mendukung hasil pilihan rakyat ini lima tahun ke depan, ada atau tidak ada menteri dari Demokrat," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.