Pemda Manokwari Belum Bayar Kontrakan, 16 Mahasiswa Papua Diusir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi asrama mahasiswa Papua yang telah dikosongkan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat 13 September 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kondisi asrama mahasiswa Papua yang telah dikosongkan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat 13 September 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 16 mahasiswa Papua asal Manokwari terusir dari kontrakan mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan sejak 6 Oktober 2019. "Pemerintah Daerah Manokwari belum membayar kontrakan selama 4 bulan," kata salah seorang mahasiswa, Abia Indou, ketika dihubungi, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Abia mengatakan para mahasiswa ini sebenarnya juga telah menghubungi Bupati Kabupaten Manokwari, Dinas Sosial Kabupaten Manokwari.

    Melalui bantuan Himpunan Mahasiswa Acemo Manokwari (Hipmamja) yang berada di Papua, kata Abia, Pemda berjanji menyelesaikan permasalahan ini.

    Menurut Abia, Pemda bahkan saling lempar tanggung jawab antara bagian keuangan dan Dinas Sosial Manokwari. "Kami seakan-akan diabaikan oleh Pemda Manokwari," kata dia.

    Ia berharap dialog bisa tercapai dan membuahkan hasil. Abia berharap pemerintah daerah tak menutup mata nasib para mahasiswa Papua di perantauan.

    NINDYA ASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.