Ada 7 Rekomendasi MPR untuk Amandemen UUD 1945, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo (kelima kanan) bersama Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah (keempat kanan), Ahmad Muzani (keempat kiri), Lestari Moerdijat (ketiga kanan), Syarief Hasan (kanan), Zulkifli Hasan (kedua kanan), Arsul Sani (kiri), Hidayat Nur Wahid (kedua kiri), Jazilul Fawaid (ketiga kiri), dan Fadel Muhammad (kelima kiri) berfoto bersama sebelum Rapat Pimpinan MPR pertama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR Bambang Soesatyo (kelima kanan) bersama Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah (keempat kanan), Ahmad Muzani (keempat kiri), Lestari Moerdijat (ketiga kanan), Syarief Hasan (kanan), Zulkifli Hasan (kedua kanan), Arsul Sani (kiri), Hidayat Nur Wahid (kedua kiri), Jazilul Fawaid (ketiga kiri), dan Fadel Muhammad (kelima kiri) berfoto bersama sebelum Rapat Pimpinan MPR pertama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2014-2019 merekomendasikan amandemen Undang-undang Dasar 1945 untuk menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara. Namun selain penghidupan GBHN, ternyata ada enam rekomendasi lain yang dilimpahkan kepada MPR periode sekarang.

    "Iya, kalau dalam kaitan itu kan berbagai macam aspirasi berkembang di antara unsur-unsur yang ada di MPR," kata Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2019.

    Berikut secara lengkap bunyi rekomendasi tersebut.

    Pasal 1
    Rekomendasi Majelis Permusyawaratan Rakyat RI masa jabatan 2014-2019 meliputi:
    a. Pokok-pokok haluan negara
    b. Penataan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat
    c. Penataan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah
    d. Penataan sistem presidensial
    e. Penataan kekuasaan kehakiman
    f. Penataan sistem hukum dan peraturan perundang-undangan berdasarkan Pancasila sebagai sumber segala hukum negara
    g. Pelaksanaan pemasyarakatan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

    Pasal 2
    Terhadap rekomendasi Pasal 1 huruf a, MPR RI masa jabatan 2019-2024 perlu melakukan pendalaman hasil kajian MPR RI masa jabatan 2014-2019 berkenaan dengan substansi dan bentuk hukum pokok-pokok haluan negara, termasuk membangun konsensus politik yang memungkinkan ditetapkannya dalam Ketetapan MPR, dengan catatan terdapat pandangan dari Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera bahwa pokok-pokok haluan negara juga dimungkinkan dibentuk dalam bentuk undang-undang.

    Pasal 3
    Terhadap rekomendasi Pasal 1 huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f, MPR RI masa jabatan 2019-2024 melanjutkan kajian mendalam.

    Pasal 4
    Terhadap rekomendasi Pasal 1 huruf g, MPR RI masa jabatan 2019-2024 berwenang untuk bekerja sama dengan lembaga negara dan lembaga lainnya.

    Pasal 5
    MPR dalam melaksanakan tugas memasyarakatkan Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, berwenang untuk bekerja sama dengan lembaga yang dibentuk Presiden yang bertugas melaksanakan fungsi pembinaan ideologi Pancasila.

    Pasal 6
    Hasil kajian MPR masa jabatan 2014-2019 menjadi masukan dan pendalaman lebih lanjut.

    Pasal 7
    Keputusan ini mulai berlaku sejam tanggal ditetapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.