Novel Baswedan: Anies Tidak Pernah Berperkara di KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk sepupunya yang juga penyidik senior KPK Novel Baswedan di kediaman Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Selatan, 25 Februari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk sepupunya yang juga penyidik senior KPK Novel Baswedan di kediaman Novel, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Selatan, 25 Februari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mengatakan pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melanggar kode etik. Menurut Novel, Anies sedang tidak berperkara di KPK.

    "Tidak pernah ada penyelidikan terkait dengan hal yang berhubungan dengan Pak Anies. Saya bertemu dengan Pak Anies sebagai saudara," kata Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 9 Oktober 2019.

    Sebelumnya, di media sosial, tersebar foto Novel dan Anies tengah berbincang di masjid. Foto hitam putih itu kemudian dikaitkan pada foto lainnya yang berisi laporan dugaan tindak pidana korupsi ke KPK. Terlapor dalam surat tersebut ialah Anies. Anies dilaporkan atas dugaan korupsi dana Frankfurt Book Fair sebesar Rp 146 miliar, semasa menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

    Novel menjelaskan ada banyak sekali orang yang dilaporkan ke KPK. Namun, tak semua laporan masuk proses penyelidikan hingga penyidikan. Novel mencontohkan, Presiden Joko Widodo juga pernah dilaporkan atas dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta. Laporan itu dibuat pada 2014 tatkala Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

    Menurut Novel, saat itu KPK tak menemukan indikasi adanya korupsi dalam pengadaan bus. Sehingga, KPK tak menaikan kasus itu ke tahap penyelidikan.

    Menurut Novel, tidak ada larangan untuk bertemu seseorang yang sedang dilaporkan. Ia mengatakan hal yang dilarang ialah bertemu dengan orang yang berkasus di KPK.

    Novel membenarkan pertemuannya dengan Anies seperti foto yang beredar. Ia mengatakan pertemuan itu terjadi di Singapura pada 2017. Saat itu, Anies menengok Novel yang sedang dirawat karena disiram air keras. Pelaku penyiraman hingga kini belum ditangkap.

    Novel meyakini penyebar foto tersebut sebenarnya sudah tahu bahwa Anies tidak pernah berperkara di KPK. Namun, foto itu sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu. "Yang bikin itu terpublikasi sebenarnya tahu, tapi sengaja," kata Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.