Jatah Menteri: Mega Mau Sebanyak-banyaknya, PDIP Tak Kemaruk

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tidak ingin kemaruk atau terlalu bernafsu untuk mendapatkan jatah menteri di kabinet pemerintahan Jokowi periode kedua. "Kata Ibu Mega kan (ingin menteri) sebanyak-banyaknya. Tetapi kita juga tahu bahwa PDI Perjuangan ini tidak kemaruk," kata Hasto di Jakarta, Selasa malam 8 Oktober 2019. PDI Perjuangan memahami bahwa Indonesia harus dibangun dengan bekerja sama dengan seluruh kekuatan elemen bangsa.

    Menurut dia, nama-nama menteri yang diusulkan PDIP untuk kabinet mendatang sudah dicermati Jokowi secara objektif dan mendalam sesuai kebutuhan. Siapapun yang dipilih, memiliki semangat untuk mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, sehingga kepemimpinan para menteri menyatu dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.

    Soal kabinet sudah beberapa kali dibahas Presiden Jokowi dengan para ketua umum dan calon kandidat menteri dari partai koalisi secara terpisah. Hal itu dilakukan agar Presiden dapat memastikan nama-nama yang diusulkan atau dipilih berasal dari kalangan fungsional ataupun dari kepala daerah yang memiliki prestasi atau sesuai bidangnya.

    Mengenai pos kementerian strategis, PDI Perjuangan menilai seluruh kementerian sangat strategis dalam kerangka bertanggung jawab terhadap arah kemajuan bangsa. "Jadi jangan dianggap kementerian A lebih strategis, kementerian B lebih strategis," kata Hasto.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.