Gempa Menggoyang Lombok

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Mataram - Terjadi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pagi tadi, Rabu, 9 Oktober 2019, sekitar pukul 06.04.32 WITA. 

    Gempa berkekuatan M=3,9 tersebut mengejutkan masyarakat. Warga Kelurahan Dasan Agung, misalnya, merasakan dua kali getaran gempa. Mereka pun berhamburan keluar rumah menuju ke jalanan.

    Perangkat otomatis alarm milik warga berbunyi dua kali. Goyangan gempa seperti getaran truk melintasi jalan kampung. Belum ada laporan terjadinya kerusakan rumah penduduk.

    Menurut Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (GMKG) Mataram Ardhianto Septiadhi, gempa itu dirasakan di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

    Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan yang getarannya dirasakan nyata dalam rumah. Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.   

    "Tepatnya (gempa) berlokasi di laut," katanya. "Terasa getaran seakan-akan ada truk lewat."

    Episenter terletak pada koordinat 8,38 LS dan 116,06 BT atau berjarak 11 kilometer barat daya Lombok Utara pada kedalaman 17 kilometer.

    Ardhianto menjelaskan bahwa memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi yang terjadi berjenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas back arc thrust.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Lombok pada Sabtu, 4 Mei 2019. Gemuruh atap rumah terdengar sehingga mengagetkan masyarakat. Mereka secara langsung berlarian ke luar rumah.

    Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling), wilayah Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,5 dan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter sejauh hingga lima kilometer.

    "Kapan waktunya tidak ada yang tahu bahkan teknologi secanggih apapun tidak bisa memprediksi dan mengetahui kapan akan terjadi gempa itu," ujarnya di sela-sela seminar manajemen kebencanaan yang dilaksanakan di Universitas Nahdatul Ulama NTB di Mataram, Kamis, 4 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.