Aktivis Soroti Acara Syukuran Pimpinan KPK Terpilih Lili Pintauli

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capim KPK Terpilih Periode 2019 - 2023 Lili Pintauli Siregar Acara Syukuran di Medan, Ahad, 6 Oktober 2019. Tampak Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji; Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Kepala Polda Sumut Brigadir Jenderal Mardiaz Kusin. TEMPO/Sahat Simatupang.

    Capim KPK Terpilih Periode 2019 - 2023 Lili Pintauli Siregar Acara Syukuran di Medan, Ahad, 6 Oktober 2019. Tampak Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji; Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Kepala Polda Sumut Brigadir Jenderal Mardiaz Kusin. TEMPO/Sahat Simatupang.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis anti korupsi di Sumatera Utara menyesalkan acara syukuran yang digelar pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019 - 2023 Lili Pintauli Siregar di rumahnya pada Ahad, 6 Oktober 2019.

    Syukuran juga digelar pada Selasa, 8 Oktober 2019 di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara. Aktivis Hamdani Harahap menyesalkan syukuran itu lantaran mengundang pejabat yang pernah diperiksa KPK dalam berbagai kaitan kasus korupsi yang pernah ditangani komisi antirasuah.

    "Sangat disayangkan langkah pertama Lili Pintauli Siregar setelah lolos calon pimpinan KPK malah jadi kontraproduktif terhadap semangat dan nilai-nilai serta etika pegawai dan pimpinan KPK yang selama ini dijunjung tinggi lembaga antirasuah itu," kata Hamdani Harahap dalam keterangan resminya kepada Tempo, Selasa 8 Oktober 2019.

    Menurut Hamdani, sebagai pimpinan KPK terpilih, meski belum dilantik, Lili Siregar seharusnya menjaga integritasnya. Apalagi saat ini tengah ramai isu pelemahan KPK dengan disahkannya UU KPK oleh DPR.

    Dalam acara syukuran itu Hamdan mengatakan, Lili mengundang mantan Kabareskrim Susno Duadji yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008.

    Dalam undangan juga hadir Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, para bupati, dan mantan Gubernur Sumut yang pernah diperiksa KPK. "Dari sisi etika dan kode etik KPK, saya rasa salah," ujar Hamdani.

    Meski acara syukuran adalah hak pribadi Lili, namun Hamdani mengatakan, mengundang orang-orang yang pernah berurusan dengan KPK bisa menjadikan kredibilitas lembaga antirasuah itu menurun.

    "Saya juga tahu ada mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi yang pernah diperiksa KPK dalam kaitan suap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada anggota DPRD Sumut, hadir di acara syukuran itu. Bahkan istri Tengku Erry statusnya masih diperiksa KPK hingga saat ini dalam kaitan suap Gatot Pujo," kata Hamdani.

    Hamdani menduga, acara Lili Siregar itu bukan sekadar acara syukuran biasa dengan mengundang mantan pejabat yang diduga terlibat korupsi hadir ke acaranya.

    "Bisa saja acara syukuran itu sebagai sinyal bahwa KPK periode 2019-2023 memang jauh dari harapan pemberantasan korupsi. Dan sejujurnya baru kali ini saya tahu pimpinan KPK terpilih membuat acara syukuran bersama pejabat dan kepala daerah," kata Hamdani.

    Hingga berita ini dimuat, Lili Pintauli Siregar tak membalas pesan singkat yang dikirim Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.