Surya Anta Sakit, Polisi: Belum Perlu Berobat Keluar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Surya Anta Ginting keluar dari ruang tahanan untuk menemui Komnas HAM dan Majelis Rakyat Papua di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, 21 September 2019. Tempo/Friski Riana

    Juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Surya Anta Ginting keluar dari ruang tahanan untuk menemui Komnas HAM dan Majelis Rakyat Papua di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, 21 September 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Front Rakyat Indonesia West Papua Surya Anta dikabarkan sakit di tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Surya yang ditahan dalam kasus makar itu dilaporkan mengalami sakit di bagian telinga dan belum mendapat perawatan dari dokter, sejak Sabtu 5 Oktober 2019.

    Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakata Nelson Simamora mengatakan kliennya sakit pada telinga sebelah kanan hingga tak bisa mendengar. “Bengkak dan sakit sudah sampai di kepala, dia susah makan juga. Telinga kanan sudah tidak bisa mendengar," kata Nelson seperti dikutip dari jubi.co.id.

    Polri menampik kabar Surya Anta tak mendapat pelayanan dokter. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat, Surya sudah mendapat perawatan oleh tim dokter dari Polri.

    "Dan sampai hari ini tim dokter kesehatan kami masih bisa untuk menangani keluhan-keluhan tersebut. Jadi belum dipandang perlu untuk berobat keluar, karena tim dokter kesehatan kami juga dilengkapi dokter ahli dan alat-alat yang paten," ujar Asep saat dikonfirmasi pada Selasa, 8 Oktober 2019.

    Surya Anta ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, pada 1 September 2019. Penahanan dilakukan setelah sehari sebelumnya ia ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya kemudian menetapkan Surya sebagai tersangka dalam kasus makar terkait pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di seberang Istana Negara, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.