Gerindra Ingin Pimpin Komisi DPR yang Bersinggungan dengan Rakyat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya akan memilih posisi pimpinan alat kelengkapan dewan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Dasco mengatakan hal ini sejalan dengan konsentrasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    "Pak Prabowo memang mengambil komisi yang berkonsentrasi langsung bersentuhan dengan rakyat," kata Dasco di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Dasco mengatakan fraksi telah berkonsultasi dengan Prabowo kemarin sore mengenai alat kelengkapan dewan (AKD) yang bakal dipilih. Namun kata dia, keputusan lebih lanjut masih akan dibicarakan lantaran fraksi-fraksi juga belum rampung membicarakan hal ini. "Kami masih hitung dan dikonsultasikan dengan Pak Prabowo terutama kemarin sore di mana komisi atau AKD yang akan diambil," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

    Di DPR periode 2014-2019, Fraksi Gerindra menduduki posisi ketua Komisi IV dan Komisi V yang masing-masing dijabat Edhy Prabowo dan Fary Djemy Francis. Komisi IV membidangi pertanian dan pangan, sedangkan Komisi V membidangi infrastruktur.

    Dasco mengatakan Gerindra mendapatkan jatah dua ketua AKD dan sembilan wakil untuk DPR periode 2019-2024. Porsi ini berdasarkan perhitungan saint league, yang juga menjadi metode penghitungan perolehan kursi di pemilihan legislatif 2019.

    Dasco menyebut pembahasan AKD berjalan dinamis. Lobi-lobi juga berlangsung antarpimpinan fraksi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.