Tekankan Pentingnya Lingkungan, JK Minta Jakarta Benahi Sanitasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Jakarta harus mulai berbenah untuk mendukung pelestarian lingkungan sesuai dengan sustainable development goals (SDGs). Salah satunya, dengan perbaikan sistem sanitasi yang selama ini masih menjadi masalah.

    Di berbagai kota di Indonesia, JK mengatakan masih banyak yang membuang air kotor ke laut. Termasuk di antaranya air kotoran tinja yang berasal dari perkotaan. "Jakarta juga harus mengubah sistem itu, selokan kita harus tidak lagi ke laut, tapi kembali ke darat," kata JK dalam diskusi SDGs Annual Conference 2019, di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Oktober 2019.

    JK mengatakan pengelolaan limbah kotoran yang dibuang ke laut membuat perarian tercemar. Ia menegaskan hal ini harus dilakukan agar komitmen mewujudkan SDGs tak hanya sebatas wacana saja. "Jadi jangan cuma berpidato soal SDGs, tapi bagaimana mengubah kota, bukan pekerjaan gampang mengembalikan ke darat itu kotoran daripada ke laut."

    Ini konsekuensi jika tiap kota berkomitmen mewujudkan SDGs. Meski tak mudah, JK mengatakan hal ini tetap bisa diwujudkan dengan kerja sama.

    JK mengingatkan bahwa hidup puluhan juta penduduk Indonesia bergantung pada laut. Selain memiliki fungsi menghubungkan antar pulau, laut juga memiliki keindahan untuk pariwisata, yakni wisata laut. Hal ini, kata JK, bisa diwujudkan dengan lingkungan yang bersih.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.