Pengamat Politik: Rakyat di Belakang Jokowi, Dukung Perpu KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu pendemo membentangkan poster saat aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto dekat Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 30 September 2019.  Demo 30 September kembali digelar pasca demo mahasiswa pada 24 September lalu untuk menolak RKUHP dan UU KPK. TEMPO/Amston Probel

    Salah satu pendemo membentangkan poster saat aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto dekat Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 30 September 2019. Demo 30 September kembali digelar pasca demo mahasiswa pada 24 September lalu untuk menolak RKUHP dan UU KPK. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tak kunjung menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perpu KPK memunculkan pertanyaan.

    "Beliau takut kepada elite politik atau rakyat? Mengeluarkan Perpu KPK adalah jalan pintas yang paling efektif dan efisien," kata Pangi di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengatakan Jokowi tak perlu risau dengan isu bakal dimakzulkan jika mengeluarkan perpu. Sebab, kata dia, tak semudah itu menurunkan presiden.

    "Kalau kemudian hanya karena perpu saya pikir masih jauh sekali untuk pemakzulan," kata dia.

    Ia menduga isu pemakzulan digulirkan untuk menakut-nakuti Presiden. Atau sebagai cara menekan Jokowi.

    Pangi menduga Jokowi sedang menghitung plus minus mengeluarkan perpu. Sebab, ia akan berhadapan dengan mayoritas partai di parlemen yang mendukung revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (revisi UU KPK).

    Pangi meminta Jokowi tak risau sebab banyak rakyat yang akan mendukung keputusan Jokowi mengeluarkan perpu. "Pak Jokowi tidak perlu khawatir karena ada dukungan rakyat di belakang beliau jika mengeluarkan Perppu KPK," kata Pangi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.