Gerindra Bantah Incar Kursi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu yang menyebut partainya mengincar kursi Menteri Pertahanan di kabinet Presiden Joko Widodo periode 2019-2024. Dasco mengklaim partainya tak menginginkan jabatan tertentu.

    "Kami sebenarnya tidak mengincar posisi-posisi dalam jabatan tertentu," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Gerindra memang mengusulkan sejumlah konsep kepada pemerintah. Kata Dasco, konsep terkait swasembada pangan, energi, keamanan, dan ekonomi itu disampaikan kala Gerindra ditawari membantu pemerintah.

    Dasco berujar, pembahasan soal siapa yang akan menempati jabatan tertentu baru akan dibicarakan jika konsep itu disetujui. "Kalau sudah ketemu bidang baru kami ngomong orang. Nah jadi kalau dari awal incar ini itu, kayaknya enggak deh," kata Wakil Ketua DPR dari Gerindra ini.

    Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui ada tawaran dari sekitar Presiden Joko Widodo agar partainya bergabung dengan koalisi pemerintah. Dia mengklaim ada orang yang diutus Jokowi untuk berkomunikasi dengan Gerindra perihal ini.

    "Pembicaraan itu memang ada dan kami tidak bisa pungkiri bahwa ada pembicaraan, ada pemikiran di sekitar Istana untuk itu," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Meski begitu, Muzani mengatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto belum mengambil keputusan terkait tawaran itu. Dia mengatakan Prabowo juga tak serta merta menerima tawaran itu. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga menimbang posisi partainya yang berseberangan dan menjadi kompetitor Jokowi di Pemilihan Umum 2019.

    Kalau pun ada yang dipertimbangkan, kata Muzani, ialah soal bagaimana Gerindra bisa membayar utang selama kampanye. Utang yang dia maksud adalah janji-janji yang disampaikan Prabowo saat kampanye, seperti swasembada pangan, energi, air, dan sebagainya.

    "Sekali lagi, kami tidak serta merta menerima tawaran itu. Tidak. Karena sekali lagi kita merasa 2019 dalam pilpres kemarin kami adalah kompetitor yang berseberangan dengan Jokowi," kata Muzani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.