Peluru yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Dibawa ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri akan mengirimkan proyektil yang menewaskan mahasiswa Kendari bernama Randi, 21 tahun, dan melukai kaki Putri ke Belanda dan Australia untuk diuji balistik.

    Randi adalah mahasiswa Universitas mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas di tengah demontrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari. Peluru yang kemudia melesat dan mengenai kaki Putri, seorang wanita hamil, yang tinggal tak jauh dari lokasi Randi tertembak.

    "Untuk menjamin profesionalisme dan kenetralan serta memberikan kepastian maka proyektil itu akan diuji secara laboratoris ke Belanda dan Australia," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra hari inni, Senin, 7 Oktober 2019.

    Asep tak merinci jumlah temuan proyektil. Dia hanya memastikan bahwa proyektil itu ditemukan di sekitar lokasi tertembaknya Randi.

    Demonstrasi ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari pecah pada Kamis, 26 September 2019. Randi meninggal akibat luka tembak di dada sebelah kanan.

    Adapun Putri terkena peluru kaliber 9 mm ketika dia sedang beristirahat di rumahnya sekitar pukul 15.30 WITA ketika demonstrasi mahasiswa sedang berlangsung. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?