Petugas Bandara Adi Sutjipto Sita Sabu Senilai Rp 5 Miliar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas di Bandar Udara (Bandara) Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyita barang terlarang berupa sabu seberat 5.506,4 gram atau 5,6 Kilogram. Nilainya mencapai Rp 5 miliar. TEMPO/M Syaifulla

    Petugas di Bandar Udara (Bandara) Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyita barang terlarang berupa sabu seberat 5.506,4 gram atau 5,6 Kilogram. Nilainya mencapai Rp 5 miliar. TEMPO/M Syaifulla

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Petugas Bandar Udara (Bandara) Internasional Adisutjipto Yogyakarta menyita narkotika jenis sabu seberat 5.506,4 gram atau 5,6 kilogram senilai Rp 5 miliar.

    “Penemuan ini dikoordinasikan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bea Cukai dan Lanud Adisutjipto, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

    Penyitaan itu terjadi pada Ahad, 29 September 2019. Seorang penumpang berinisial FH, 26 tahun, warga Kalimantan Selatan transit dengan barang bawaan mencurigakan yang diduga sabu-sabu.

    Berdasarkan kronologi kejadian, pada pukul 19.44 WIB Ahad, 29 September 2019 lalu, Petugas Operator X-Ray mengidentifikasi tampilan gambar koper yang mencurigakan pada saat melalui pemeriksaan HBS (Hold Baggage Screening) Konvensional Terminal B. Petugas kemudian mengarahkan kepada Senior Operator untuk dilakukan analisa. Hasilnya, koper tersebut perlu dilakukan rekonsiliasi atau pemanggilan dan pemeriksaan lanjutan dengan pemilik koper.

    Pemilik koper adalah penumpang transit yang melakukan perjalanan dengan SJ 337 dari Lampung (TKG) mendarat di Yogyakarta (JOG). Penumpang diketahui akan melakukan perjalanan kembali dari Yogyakarta menuju Makassar dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 712.

    Atas kecurigaan itu petugas Aviation Security Bandara Internasional Adisutjipto melakukan rekonsiliasi terhadap koper tersebut dan menemukan 8 paket yang dibungkus isolasi berwarna cokelat, dengan isi diduga sabu.

    Pria berinisial FH asal Jambu Hilir, Kalimantan Selatan itu membawa 8 paket yang dibungkus rapi dengan barang diduga sabu-sabu yang memiliki berat total 5.506,4 gram dengan taksiran nilai sebesar Rp 5 miliar.

    “Kami telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan memang benar adanya bahwa barang yang berhasil digagalkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) adalah sabu-sabu,” kata Agus Pandu.

    Ajun Komisaris Besar Sudaryoko, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, menurut pengakuan, tersangka sudah tiga kali melakukan hal yang sama. Pihaknya telah memeriksa barang yang dibawa itu positif sabu-sabu. Pada 9 Oktober mendatang akan dimusnahkan.

    “Tersangka ini punya empat KTP (kartu tanda penduduk). Satu asli dan tiga palsu. Pengakuannya sudah tiga kali membawa barang seperti itu. Ini profesional, kelihatan sekali dia tenang,” kata dia.

    Ia menambahkan, tim melakukan upaya pengembangan kasus di tempat asal mulai berangkat yaitu di Bandar Lampung. Tim sedang menyelidiki siapa yang menyuruh tersangka itu membawa narkotika itu.

    “Pengembangan terus dilaksanakan supaya yang menyuruh bisa kami tangkap,” kata dia.

    Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang tentang Narkotika nomor 35 tahun 2009.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.