OTT Bupati Lampung Utara, KPK Cokok Tujuh Orang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, menjalani pemeriksaan lebih lanjut seusai terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin, 7 September 2019. Penyidik KPK mengamankan Bupati Lampung Utara bersama tiga orang lainnya, berasal dari unsur kepala dinas dan pihak swasta, serta mengamankan uang sekitar Rp.600 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, menjalani pemeriksaan lebih lanjut seusai terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin, 7 September 2019. Penyidik KPK mengamankan Bupati Lampung Utara bersama tiga orang lainnya, berasal dari unsur kepala dinas dan pihak swasta, serta mengamankan uang sekitar Rp.600 juta. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan tujuh orang setelah menjerat empat orang dalam operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara pada Ahad, 6 Oktober 2019, hingga pagi ini. "Ada tambahan pejabat Pemerintah Kabupaten setingkat kepala seksi dan swasta." Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikannya melalui keterangan tertulis pada Senin, 7 Oktober 2019.

    Tujuh orang itu langsung dibawa ke Jakarta melalui darat, pelabuhan, dan menyeberangi Selat Sunda. "Dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut."

    Hingga saat ini total uang yang disita KPK sekitar Rp 600 juta yang diduga berkaitan dengan penyerahan uang dalam proyek di Pemkab Lampung Utara. "Diduga ada penyerahan uang yang untuk kepala daerah setempat," kata Febri, Ahad, 6 Oktober 2019.

    Uang yang itu diduga diserahkan sehubungan dengan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lampung Utara. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status perkara ini, termasuk Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Informasi lebih rinci akan disampaikan oleh KPK dalam konferensi pers, Senin 7 Oktober 2019.


    HALIDA BUNGA FISANDRA | ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.