LSI: Rakyat Lebih Percaya KPK dan Presiden Ketimbang DPR

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Demo mahasiswa dari UNJ dan BEM SI di depan Gedung TVRI untuk menolak RKUHP dan pelemahan KPK pada Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan mengatakan kepercayaan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi masih di atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    "Tingkat kepercayaan terhadap presiden dan KPK masih tinggi. Masyarakat jauh lebih percaya presiden dan KPK ketimbang DPR," kata Djayadi dalam rilis temuan survei LSI di Hotel Erian, Jakarta, Ahad, 6 Oktober 2019.

    Dari jajak pendapat LSI pada 4-5 Oktober 2019, responden ditanya seberapa percaya Ibu atau Bapak terhadap lembaga-lembaga negara ini telah bekerja sesuai dengan harapan rakyat.

    Hasilnya, 72 persen responden percaya kepada KPK. Pertanyaan sama juga diajukan untuk mengukur tingkat kepercayaan mereka terhadap presiden dan DPR. Hasilnya, 71 persen percaya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sedangkan kepada DPR hanya 40 persen.

    Sejalan dengan kepercayaan kepada presiden yang tinggi, Djayadi mengatakan bahwa kepuasan publik juga tinggi terhadap kinerja Presiden di tengah-tengah kontroversi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Sebanyak 67 persen responden puas. Sedangkan 28,3 persen menyatakan tidak puas. Melihat tren kepuasannya, angka responden yang puas pada Oktober 2019 ini menurun dibandingkan Oktober 2018 yang tercatat 72 persen.

    Atas dasar fakta ini, Djayadi menilai publik umumnya berada di belakang Presiden jika Jokowi menerbitkan Perpu KPK. Sebaliknya, jika tidak menerbitkan perpu, presiden bisa dianggap meninggalkan kehendak rakyat. "Dan bertentangan dengan janji-janji presiden," kata dia.

    Dalam melakukan survei opini publik mengenai Perpu KPK dan gerakan mahasiswa di mata publik pada 4-5 Oktober 2019, LSI memilih secara acak dari responden survei LSI sebelumnya pada Desember 2018 - September 2019 yang jumlahnya 23.760 orang dan punya hak pilih. Dari 23.760 responden, sebanyak 17.425 orang memiliki telepon.

    Kemudian, dari total responden yang memiliki telepon, LSI memilih sampel secara stratified random sampling. Total yang ditelepon secara acak sebanyak 4.308 orang, namun 1.010 orang yang berhasil diwawancarai. Toleransi kesalahan survei diperkirakan lebih kurang 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.