PAN: Tak Ada yang Spesial dari Mundurnya Faldo Maldini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faldo Maldini. Twitter/@FaldoMaldini

    Faldo Maldini. Twitter/@FaldoMaldini

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay menanggapi enteng mundurnya Faldo Maldini dari partainya. Saleh menyebut mundurnya Faldo biasa saja. Toh kata dia, masih banyak kader PAN yang setia dan konsisten berjuang bersama-sama.

    "Tidak ada hal yang spesial dari pengunduran diri Faldo. Kami menanggapinya biasa saja," kata Saleh melalui pesan singkat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Saleh mengatakan PAN tidak bisa menahan seseorang yang hendak keluar dari partai. Apalagi jika keinginan itu didasari atas pertimbangan matang. Dia pun mempersilakan Faldo mencari nuansa baru di partai lain.

    Saleh mengatakan, Faldo mulanya bergabung dengan PAN juga atas dasar keinginan sendiri. PAN, ujarnya, tak akan menahan-nahan keinginan Faldo hengkang dari partainya.

    "Mana tahu lebih beruntung, lebih sabar, dan lebih gigih," ujarnya.

    Saleh mengaku belum melihat surat pengunduran diri mantan Ketua BEM UI itu. Namun dia tak ambil pusing sebab Faldo juga sudah menyampaikan pengunduran diri itu melalui media.

    Menurut Saleh, PAN masih memiliki banyak urusan internal lain yang mesti diselesaikan. Dia berujar partai akan lebih fokus menyelesaikan urusan tersebut.

    "Daripada membahas sesuatu yang tidak masuk dalam skala prioritas kami," kata dia.

    Politikus Faldo Maldini resmi mundur dari PAN melalui suratnya kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tertanggal 3 Oktober 2019. Faldo menyatakan mundur lantaran ingin berfokus dalam pencalonan kepala daerah.

    Faldo dikabarkan akan maju dalam pemilihan kepala daerah Sumatera Barat 2020 lewat Partai Solidaritas Indonesia.

    "Pilihan ini saya ambil untuk menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepada saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah," kata Faldo dalam suratnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.