Wagub Jabar Haruskan Santri Belajar Bisnis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka pelatihan dan magang program One Pesantren One Product (OPOP) di Pondok Pesantren  Al Idrisiyyah, Kabupatem  Tasikmalaya pada Jumat, 4 Oktober 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka pelatihan dan magang program One Pesantren One Product (OPOP) di Pondok Pesantren Al Idrisiyyah, Kabupatem Tasikmalaya pada Jumat, 4 Oktober 2019.

    INFO NASIONAL — Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meluncurkan program One Pesantren One Product (OPOP) guna mewujudkan Pesantren Juara yakni pesantren yang mandiri secara ekonomi.

    "Ponpes harus punya kekuatan atau modal, maka santri dan pengurus pesantren harus mengubah pola pikir. Di samping belajar fikih, akidah, dan lainnya, juga menguasai muamalah," kata Uu saat membuka pelatihan dan magang program OPOP, di Pondok Pesantren Al Idrisiyyah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 4 Oktober 2019.

    Uu mengatakan, bila pesantren bisa memenuhi kebutuhannya secara mandiri dengan mengembangkan kewirausahaan, maka kegiatan pendidikan sampai puluhan tahun pun dapat terlaksana.

    "Kenapa pesantren di Jawa Timur bisa bertahan hingga ratusan tahun, karena mereka punya restoran, supermarket, penginapan dan jenis usaha lainnya," ucapnya.

    Dia berharap dalam lima tahun pemerintahan Ridwan Kamil-Uu, sebanyak 5.000 pesantren di Jabar sudah memiliki produk khas yang dapat dijual kepada masyarakat luas.

    Tahun ini, sebanyak 1074 pesantren telah lolos seleksi program OPOP. Terbagi dalam dua kategori, yaitu start up dan skill up, mereka akan mengikuti pelatihan dan magang di Ponpes yang ditunjuk Pemprov Jabar, mulai 24 September 2019 sampai 22 Oktober 2019.

    Untuk kategori start up, peserta akan mendapatkan materi soal mindset kewirausahaan, pemetaan potensi diri, business plan dan marketing, pemetaan/ strategi pasar, business plan operation, tips dan sharing bisnis di lingkungan pesantren, serta praktik marketing online.

    Sedangkan, peserta kategori skill up mendapat materi pengembangan bisnis, manajemen strategis, analisa SWOT, strategi bisnis, program pemasaran, operasional perusahaan, program keuangan, legal, dan sharing bisnis.

    "Narasumbernya pun tak main-main kita hadirkan para praktisi, konsultan, akademisi dan instruktur pesantren. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha pesantren terutama bidang manajemen dan skill usaha," kata Uu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.