Kerusuhan Wamena, 9.078 penduduk Mengungsi dengan Hercules

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi korban konflik di Wamena turun dari pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat hercules C130 milik TNI Angkatan Udara. ANTARA

    Pengungsi korban konflik di Wamena turun dari pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat hercules C130 milik TNI Angkatan Udara. ANTARA

    TEMPO.CO, Jayapura - Sebanyak 9.078 pengungsi dievakuasi dari Wamena menggunakan pesawat hercules milik TNI AU. "Mabes TNI AU saat ini menggerahkan tiga pesawat," kata Dan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Triwibowo, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Tiga pesawat Hercules yang dioperasionalkan itu satu di antaranya dikhususkan untuk mengambil bantuan dari daerah lainnya seperti dari Biak. Dua pesawat Hercules dari Jayapura ke Wamena dan sebaliknya digunakan untuk pengungsi. Pengungsi yang diterbangkan ke kampung halamannya di Sulawesi dan Jawa sebanyak 373 orang.

    Menurut Triwibowo pengungsi itu ditampung di instalasi militer dan rumah ibadah. Mereka juga ditampung di berbagai lokasi termasuk oleh keluarga dan panguyuban. “Penampungan pengungsi tersebar bahkan sampai ke Kota Jayapura yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Sentani.”

    Kerusuhan di Kota Wamena terjadi pada 23 September 2019. Kerusuhan dipicu berita bohong atau hoaks bahwa seorang guru mengeluarkan kata-kata bernada rasis kepada muridnya. Masyarakat setempat pun meluapkan kemarahannya.

    Muncullah demonstrasi yang berakhir ricuh. Mulai dari lempar batu, membakar sejumlah bangunan dan kendaraan, hingga nyawa seorang dokter menjadi korban.

    Sebagian pengungsi menyelamatkan diri ke luar Wamena namun masih di Papua. Tapi banyak di antara mereka yang pulang ke luar Papua atas biaya pemerintah provinsi asal pengungsi.
     

    ANTARA | HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.