Pimpinan MPR Baru Terpilih Diminta Jaga Kekompakan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    Agun Gunanjar Sudarsa. Tempo/Tony Hartawan

    INFO NASIONAL — Ketua MPR dan para Wakil Ketua MPR baru periode 2019-2024, terpilih secara aklamasi pada Sidang Paripurna MPR RI yang dipimpin Pimpinan Sementara MPR, H. Abdul Wahab Dalimunthe (Partai Demokrat), didampingi Hillary Brigitta Lasut (Partai Nasdem), di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Anggota Fraksi Golkar MPR, Agun Gunanjar Sudarsa, mengungkapkan bahwa pasca terbentuknya Pimpinan MPR baru, harapan rakyat terhadap kinerja dan tugas-tugas Pimpinan serta anggota MPR periode 2019-2024 sangat besar. Banyak tugas yang diamanahkan UU kepada Pimpinan dan para anggota MPR yang mesti disempurnakan dan diselesaikan menanti. Di antaranya soal rekomendasi dan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

    “Saya harap apa yang menjadi rekomendasi MPR periode sebelumnya bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya, dalam bentuk melakukan kajian yang mesti banyak melibatkan publik yang memiliki kompetensi, termasuk melakukan sosialisasi terutama pemantapan tentang ideologi Pancasila,” ujarnya.

    Terkait Sosialisasi Empat Pilar yang telah lama digaungkan MPR, Agun mengingatkan agar metode-metode dan model-model sosialisasi lebih inovatif, sesuai dengan kebutuhan target sosialisasi terutama kepada generasi muda Indonesia, mulai dari anak usia TK dan PAUD sampai ke perguruan tinggi. 

    “Ini harus benar-benar menjadi perhatian, sebab sosialisasi dengan menyasar kepada anak-anak usia dini hingga mahasiswa, diharapkan akan membentengi mereka dari paham-paham negatif seperti radikalisme dan lain-lain yang keluar dari kultur budaya bangsa Indonesia,” katanya.

    Selain itu, Agun berharap juga agar capaian tujuan penyelenggaraan sosialisasi maksimal. Pimpinan MPR perlu mendorong pemaksimalan capaian dengan melakukan kerja sama dengan lembaga lain, seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. 

    “Pada akhirnya, saya sangat meyakini dengan komposisi kepemimpinan MPR yang Paripurna, yang semua fraksi memiliki unsur Pimpinan. Saya rasa akan bisa berbagi tugas dengan baik antar Pimpinan atau antara Pimpinan dan anggota, sehingga tugas-tugas yang diamanahkan negara kepada pimpinan, anggota serta alat-alat kelengkapannya seperti Badan Kajian, Badan Sosialisasi, Badan Anggaran termasuk Komisi Kajian Ketatanegaraan, bisa lebih maksimal. Saya optimistis,” ucapnya.

    Di kesempatan yang sama, anggota Fraksi PKS MPR, Hermanto, menyampaikan apresiasinya bahwa pemilihan Pimpinan MPR berlangsung secara musyawah untuk mencapai mufakat. “Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila terimplementasi dengan baik. Selain itu juga menunjukkan jati diri sebenarnya bangsa Indonesia,” katanya.

    Dikatakan Hermanto, awal yang sudah bagus tersebut tentunya mesti di lanjutkan dengan kinerja-kinerja yang bagus pula. “Ke depan, kita bisa berharap kepemimpinan MPR yang sekarang ini bisa mewujudkan cita-cita rakyat Indonesia menuju Indonesia sejahtera,” ujarnya.

    Terkait penyelenggaraan Sosialisasi Empat Pilar MPR, Hermanto mengatakan tugas MPR tersebut sangat penting dari sisi kontinuitas serta kualitas. Namun, memang ada beberapa keterbatasan MPR dalam pelaksanaannya. Sehingga ke depan, MPR bisa melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk bisa mengoptimalkan sosialisasi untuk bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.

    “Saya berharap kepemimpinan MPR sekarang ini terus menjaga kekompakan tetap bermusyawarah, tetap bermufakat sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila dan NKRI,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.