KPK Menahan 3 Tersangka Kasus Suap Restitusi Pajak

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 17 November 2017. Penahanan kepada Setya Novanto ini untuk menjalani pemeriksaan terkait tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 17 November 2017. Penahanan kepada Setya Novanto ini untuk menjalani pemeriksaan terkait tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga orang tersangka dalam kasus suap restitusi pajak yang melibatkan PT Wahana Auto Ekamarga (WAE), Kamis, 3 Oktober 2019.

    Tiga tersangka itu adalah bekas Kepala Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Yul Dirga, Fungsional Pemeriksa Pajak Pertama pada KPP MA Tiga M. Naim Fahmi, dan Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE Jumari. PT WAE sendiri merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan usaha di bidang impor mobil merek Jaguar, Bentley, Land Rover dan Mazda.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Yul Dirga, Naim Fahmi, dan Jumari ditahan di rumah tahanan (rutan) berbeda. "Untuk Yul Dirga dan Jumari, ditahan di‎ rutan belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Sedangkan untuk Naim Fahmi dititipkan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. Mereka ditahan selama 20 hari pertama,” kata Febri melalui keterangan tertulis.

    Dalam perkara ini KPK menetapkan lima orang menjadi tersangka. Mereka ialah Komisaris PT WAE Darwin sebagai tersangka pemberi suap. Adapun Yul Dirga menjadi tersangka penerima suap. KPK menduga Yul Dirga menerima suap Rp 1,8 miliar dari Darwin agar menyetujui pengajuan restitusi atau klaim lebih bayar pajak PT WAE.

    Tiga anak buah Yul Dirga yang diduga juga menerima suap adalah Hari Sutrisno, Jumari dan M. Naik Fahmi. Ketiganya adalah tim pemeriksa pajak untuk WAE. KPK menyangka para pejabat pajak memberikan suap untuk menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE pada 2015 dan 2016.

    Yul Dirga, Jumari, dan Naim Fahmi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.