Gerindra Klaim Bisa Gerus Dukungan ke Bamsoet Lewat Voting

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani mengunjungi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj di kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019. Foto: Istimewa.

    Calon pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani mengunjungi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj di kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Gerindra terus berkukuh mengajukan jagoannya, Ahmad Muzani, menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 2019-2024. Partai bentukan Prabowo Subianto ini juga menyatakan lebih baik voting jika tak tercapai kata mufakat.

    "Jika ini (Muzani ketua MPR) tidak dikehendaki, ya, kita voting saja," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Niat Gerindra ini tak surut meski delapan fraksi plus satu kelompok Dewan Perwakilan Daerah sudah menyatakan mendukung Bambang Soesatyo yang diusung Partai Golkar.

    Muzani mengklaim, pihaknya memperkirakan bisa menggerus suara dukungan terhadap Bamsoet jika sampai terjadi voting. Dia mengaku lebih memiliki peluang menang jika pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara.

    "Sudah ada yang menghitung. Ya (lebih yakin bisa menang)," kata Muzani.

    Jika delapan fraksi dan DPD solid mendukung dan memilih Bambang Soesatyo ketika voting, perolehan suara kedua calon akan terpaut jauh. Berikut peta jumlah kursi fraksi-fraksi dan DPD.

    1. PDIP : 128 suara
    2. Golkar : 85 suara
    3. Gerindra : 78 suara
    4. Nasdem : 59 suara
    5. PKB : 58 suara
    6. Demokrat : 54 suara
    7. PKS : 50 suara
    8. PAN : 44 suara
    9. PPP : 19 suara
    10. DPD : 136 suara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.