Fraksi-fraksi Dukung Bambang Soesatyo Ketua MPR, Gerindra Menolak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Muzani dan Sudirman Said saat berkunjung ke kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019 bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Ahmad Muzani dan Sudirman Said saat berkunjung ke kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019 bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar fraksi menyatakan ingin ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terpilih secara musyawarah mufakat. "Mayoritas fraksi ingin pemilihan pimpinan MPR dengan musyawarah mufakat," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR Jazilul Fawaid di Kompleks DPR/RI, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. Hingga saat ini, sebagian besar partai menyatakan mendukung Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR.

    Partai-partai yang sudah menyatakan dukungan terhadap Bambang Soesatyo yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional.

    Belakangan, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate mengklaim Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan kelompok Dewan Perwakilan Daerah juga sudah mendukung Bambang Soesatyo.

    Akan halnya Partai Gerindra masih berkukuh ingin calonnya, Ahmad Muzani yang menjadi ketua. Forum lobi yang digelar sejak pukul 14.00 WIB hari ini tak menghasilkan kesepakatan untuk musyawarah mufakat.

    Muzani dan Bambang bahkan diberi kesempatan untuk berbicara empat mata. Ditemui saat skors, Muzani mengatakan tetap ingin maju menjadi ketua. "Kalau musyawarah mufakat kami dipaksa menyetujui ketua yang tidak kami inginkan, itu soal.” Gerindra, kata Muzani, tetap ingin calon ketua MPR diajukan oleh fraksi partainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.