Lima Tahun Membantu, Jokowi Berterima Kasih kepada Para Menteri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kabinet Kerja mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Menurut Jokowi, dalam lima tahun ini banyak yang telah dilakukan para menteri dalam memajukan serta membangun Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Menteri Kabinet Kerja mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Menurut Jokowi, dalam lima tahun ini banyak yang telah dilakukan para menteri dalam memajukan serta membangun Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama jajaran menteri menggelar sidang kabinet paripurna terakhir untuk periode pemerintahan 2014-2019. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh menteri atas kinerja mereka selama ini.

    "Saya ucapkan terima kasih kepada semua menteri, semua kepala lembaga, atas kerja kerasnya lima tahun ini membantu saya dan Pak Jusuf Kalla dalam menjalankan visi dan program prioritas kita bersama," kata Jokowi dalam pengantarnya, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Rapat kabinet paripurna terakhir ini mengevaluasi pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2014-2019 dan persiapan implementasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020.

    Jokowi mengenang kembali pengarahan kepada para menteri di awal masa pemerintahannya. Saat itu ia menyampaikan dalam kepemimpinannya tidak ada visi misi menteri melainkan hanya visi misi presiden dan wakil presiden. Menurut dia, hal ini agar pekerjaan mereka semua berada di visi, tujuan, dan jalur yang sama.

    Jokowi mengklaim dalam lima tahun ini banyak yang ia dan para menteri telah kerjakan dengan segala keterbatasan. "Ada juga masih banyak saya lihat, masih ada pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan."

    Selama lima tahun ini, kata Jokowi, pemerintahannya telah menyusun pondasi pembangunan nasional agar lebih produktif. Selain itu, reformasi di bidang fiskal juga dilakukan dan berdampak pada APBN yang sehat dan semakin mandiri.

    "Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur," ucapnya.

    Menurut Jokowi, pemerintahannya selama lima tahun ini sudah memulai reformasi struktural meski belum dilakukan secara besar-besaran. Ia berharap reformasi struktural secara masif ini bisa dikerjakan di periode pemerintahannya yang kedua. "Dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit yang kita punyai saat ini."

    Mantan wali kota Solo ini juga mengklaim telah melakukan reformasi melalui program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama kepada 40 persen masyarakat kalangan bawah.

    Jokowi juga mengklaim pemerintahannya cepat mengeksekusi program-program yang sudah dicanangkan. Jokowi ingin capaian eksekusi ini menjadi penekanan saat merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

    Untuk persiapan implementasi APBN untuk 2020, Jokowi menyoroti sejumlah hal. Ia ingin RPJMN 2020-2024 fokus kepada pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran tanpa meninggalkan sektor infrastruktur. "Karena itu saya minta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang jadi fondasinya, sudah disusun selama lima tahun ini, bisa kita lanjutkan serta juga program latihan kewirausahaan enterpreneurship yang dimiliki masing-masing kementerian dan lembaga bisa disinergikan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.