Cerita Warga Probolinggo Ditolong Mama Papua Saat Rusuh Wamena

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengungsi asal Wamena yang baru tiba dari Timika di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019. Sebanyak 170 warga pengungsi korban kerusuhan Wamena ini langsung dipulangkan ke kampungnya masing-masing. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ratusan pengungsi asal Wamena yang baru tiba dari Timika di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019. Sebanyak 170 warga pengungsi korban kerusuhan Wamena ini langsung dipulangkan ke kampungnya masing-masing. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Malang - Gema salawat mengiringi keberangkatan 120 orang yang merupakan pengungsi dari Wamena ke kampung halaman masing-masing. Pengungsi dari Wamena diangkut bus dan mikrobus menuju daerah asal di Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Jember dan Madura. Sejumlah pengungsi tampak berilang air mata.

    Mereka tak kuasa menahan haru. Seperti Supainah asal Probolinggo, yang akan menemui kedua anaknya di Leces, Probolinggo. "Kembali bersama keluarga, dua anak saya di Probolinggo," katanya, Selasa, 2 Oktober 2019.

    Ia merantau ke Wamena sejak 2007 semenjak suaminya meninggal. Tak menyangka terjadi kerusuhan, rumah dibakar dan sejumlah warga pendatang terbunuh. Supainah selamat, setelah ditolong warga setempat. "Saat itu pulang belanja. Naik becak. Becak digulingkan, bahan belanja dibuang. Saya lari," katanya.

    Ia kembali ke pasar. Beruntung, seorang mama Papua yang berdagang memberi tempat bersembunyi. Ia jongkok di bawah meja, di antara barang belanjaan. "Tak tahu lagi kalau tak diselamatkan," katanya.

    Setelah itu, ia mencari pertolongan meninggalkan Wamena. Beruntung dekat bandara ada pesawat Hercules TNI Angkatan Udara. Ia meminta bisa diangkut bersama kembali ke Probolinggo. "Akhirnya bisa kembali ke rumah," katanya.

    Hanya baju yang melekat, ia tak membawa pakaian, apalagi harta benda. Semua ludes tak tersisa. Bahkan selama dua malam dia terpaksa tidur di escavator. Menunggu bantuan dan upaya evakuasi. Bersyukur. Kini, ia telah kembali berkumpul bersama keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.