Polisi Sebut Dosen IPB Juga Siapkan Bom Ikan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan dosen IPB Abdul Basith diduga tak hanya menyiapkan bom molotov untuk membuat kerusuhan dalam aksi Mujahid 212 pada Sabtu, 28 September 2019.

    Kepolisian menyebut Abdul Basith juga diduga menyiapkan bahan peledak serupa bom ikan. “Barang bukti yang disita bukan bom molotov saja, sebagian besar yang disita justru sejenis bom ikan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Dedi menunjukan sebuah foto yang menampilkan barang bukti berupa botol yang dilapisi lakban dengan sumbu pendek di bagian tutupnya. Menurut Dedi, jenis sumbu pada botol tersebut tidak berjenis sumbu bakar yang ada di bom molotov. Melainkan sumbu ledak serupa detonator.

    Menurut Dedi, material yang berada di dalam botol tersebut bukan hanya bensin, tapi lebih kuat. Ia mengatakan di dalam botol berlapis lakban itu juga terisi paku. “Kalau meledak bisa dibayangkan efeknya ke manusia,” kata dia.

    Dedi menepis isu bahwa isi dalam botol tersebut adalah minyak jarak. Isu yang berhembus di media sosial itu juga menyebut bahwa Basith merupakan penjual minyak jarak.

    Menurut Dedi, kepolisian memiliki bukti yang kuat bahwa Basith merupakan dalang yang merencanakan aksi huru-hara dalam demonstrasi Mujahid 212. Ia mengatakan Basith adalah orang yang membiayai para eksekutor di lapangan. “Peran AB cukup sentral dalam mengendalikan orang yang ia rekrut, baik untuk penyerangan, pengrusakan, maupun bom yang dipersiapkan,” kata Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.