Surya Paloh Klaim Jadi Perantara Damai Bamsoet dengan Airlangga

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surya Paloh tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Surya Paloh tiba di gedung MPR untuk menghadiri sidang tahunan MPR 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengkalim mempertemukan Ketua Umum dan Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo beberapa waktu lalu.

    Surya mengatakan menjembatani dua orang yang berebut posisi ketua umum partai beringin itu. "Sebagai kakak iya saya mempertemukan adik-adik saya," kata Surya Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Sebelum mendirikan Nasdem, Surya Paloh memang bergelut di Golkar. Dia menjadi politikus beringin selama 43 tahun sejak tahun 1968 dan keluar pada 2011.

    Surya mengatakan, dia berpesan kepada Airlangga dan Bamsoet agar tak bertikai di internal partai. Namun dia mengklaim tak mengintervensi urusan rumah tangga Golkar.

    "Bagaimana mengutamakan kepentingan nasional bangsa kita, negeri kita, mungkin karena saya dianggap sebagai kakak. Bukan berarti ada intervensi ketum Partai Nasdem, enggak ada itu," kata dia.

    Sabtu pekan lalu, Bamsoet menyatakan dirinya sudah bertemu dengan Airlangga. Dia juga menyebut mereka sepakat menurunkan tensi dan ego masing-masing demi kepentingan partai dan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    "Kemarin saya dan Airlangga sudah bertemu dan sepakat menurunkan tensi politik di internal Partai Golkar, mengurangi ketegangan dan menghindari perpecahan di internal partai," kata Bamsoet lewat keterangan tertulis, Sabtu, 28 September 2019.

    Dia tak merinci di mana lokasi pertemuan itu. Namun, konsolidasi Bamsoet dan Airlangga ini disiarkan oleh stasiun televisi Metro TV, perusahaan media milik Surya Paloh.

    Setelah pertemuan, Bamsoet menyatakan mendukung Airlangga menjadi ketua umum Golkar di munas mendatang. Sebaliknya, Airlangga menunjuk dia menjadi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, serta dijagokan menjadi ketua.

    Namun Surya Paloh mengklaim tak terlibat dalam kesepakatan apa pun yang mungkin terjadi di antara Airlangga dan Bamsoet. "Enggak juga, terserah mereka menyelesaikan itu tapi yang penting utamakan kepentingan nasional daripada kepentingan yang lebih kecil," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.