Golkar Lobi Gerindra untuk Jadikan Bambang Soesatyo Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo Ketua DPR RI datang ke RS Pelni sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu 25 September 2019 menjenguk Faisal Amir, mahasiswa korban demo. Tempo/Marvela

    Bambang Soesatyo Ketua DPR RI datang ke RS Pelni sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu 25 September 2019 menjenguk Faisal Amir, mahasiswa korban demo. Tempo/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Golkar di MPR Zainudin Amali masih melobi Partai Gerindra untuk mengegolkan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR Periode 2019-2024. Komunikasi personal dengan Gerindra dilakukan sebab Golkar berharap pemilihan Ketua MPR dilakukan dengan musyawarah mufakat, bukan voting. "Saya sudah komunikasi personal dengan Ketua F-Gerindra, Pak Riza kan teman saya sesama komisi II," kata Amali di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Saat ini, ujar Amali, Gerindra masih cenderung berkukuh menginginkan kursi ketua. Namun, Golkar masih tetap berupaya agar Gerindra mengalah. "Komunikasi politik itu tidak bisa cuma satu kali, harus berkali-kali.” Ia menganalogikannya seperti mendekati orang yang ditaksir. ”Enggak bisa langsung nembak, kan ada proses. Oh, ternyata kamu tertarik sama dia. Gitu kan," ujar Amali sambil tersenyum.

    Sejauh ini, baru PPP yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo. Nasdem juga sudah memberikan sinyal dukungan. Semua fraksi dilobi. “Kami belum bisa menilai bahwa dia (partai ini) sudah naksir, eh tiba-tiba PHP (pemberi harapan palsu)," ujar Amali.

    Dalam pemilihan Ketua MPR Periode 2019-2024 ini, diprediksi akan terjadi pertarungan antara Golkar dan Gerindra dengan calon Bambang Soesatyo dan Ahmad Muzani. Lobi-lobi antar partai pun masih dilakukan hingga hari ini, sebelum Ketua dan Wakil Ketua MPR dilantik malam nanti. Beberapa partai sudah memberi sinyal mendukung Ahmad Muzani, sebagian lagi mendukung Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.