Istana Pastikan Pelantikan Presiden Jokowi Tetap 20 Oktober 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung, saat ditemui usai membuka Munas HIPMI ke-16, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung, saat ditemui usai membuka Munas HIPMI ke-16, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pelantikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden 2019-2024 tetap dilakukan pada 20 Oktober 2019. Ia membantah Jokowi ingin pelantikannya dimajukan satu hari.

    Pramono menyebut Jokowi adalah orang yang paham tata negara. Sebabnya pelantikan tetap mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    "Karena periodisasi DPR dan periodisasi itu sudah fix lima tahunan. Enggak boleh maju sehari, enggak boleh mundur sehari," ujarnya.

    Isu Jokowi minta pelantikannya dipercepat pertama kali dilontarkan oleh Ketua Umum Pro-Jokowi, Budi Arie Setiadi. Ia menyebut Presiden Jokowi yang meminta pelantikannya dimajukan sehari. Budi tak membantah masih ada kekhawatiran masyarakat soal adanya kemungkinan penumpang gelap yang ingin mengagalkan pelantikan presiden / wakil presiden.

    Terkait hal ini, kata Pramono, pernyataan Budi tidak mewakili istana. "Yang menyampaikan, kan, bukan dari Istana tapi dari yang mendengar-mendengar," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.