Polisi Tangkap Terduga Kreator Grup Whatsapp Murid STM

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp

    Ilustrasi WhatsApp

    TEMPO.CO, Jakarta - Aparat Polri menangkap orang yang diduga pembuat kelompok perpesanan WhatsApp siswa STM. Markas Besar Polri menyatakan akan memberikan keterengan pers mengenai penangkapan ini pada Rabu, 2 Oktober 2019. "Pukul 13.00 akan dirilis di Humas (Polri)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo lewat pesan teks, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Kendati belum menjelaskan detail penangkapan ini, sebelumnya Dedi mengatakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan empat tersangka pembuat konten dalam percakapan grup pelajar STM. "Sudah ada empat tersangka, nanti setelah ditangkap disampaikan,” kata dia pada 1 Oktober 2019.

    Tangkapan layar percakapan grup STM ALLBASE  beredar di mesia sosial. Terbaca ada beberapa oknum yang menagih uang karena sudah mengikuti aksi unjuk rasa di area Gedung DPR/MPR. 

    Percakapan grup itu ramai dikomentari masyarakat. Namun kemudian, salah satu akun bernama @PutraBagoes_S mengungkap bahwa nomor-nomor dalam grup WhatsApp itu diduga milik polisi.

    ADVERTISEMENT

    Hal itu terlihat melalui tangkapan layar dari aplikasi TrueCaller yang dapat melacak nomor dan pemiliknya. Dalam nomor-nomor dalam tangkapan layar itu diduga milik anggota sejumlah brimob dan polisi.

    Dedi membantah menilai tangkapan layar itu sebagai propaganda. "Nah ini, jadi kami paham betul apa yang ada di media sosial itu, karena sebagian besar adalah anonymous.”

    Narasi-narasi yang dibangun dalam grup perpesanan murid STM itu, kata Dedi, adalah narasi propaganda. “Tim Siber sudah memprofilkan."

    ROSSENO M. AJI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.