Pidato Perdana Mirip Jokowi, Puan Maharani: Kami Tidak Antikritik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani (tengah) diambil sumpah jabatan dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Puan telah mengundurkan diri dari jabatan terakhirnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani (tengah) diambil sumpah jabatan dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Puan telah mengundurkan diri dari jabatan terakhirnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato perdananya usai dilantik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam, 2 Oktober 2019. "Kami mengharapkan dukungan masyarakat, termasuk para pengamat dan kalangan media massa, kami tidak antikritik," kata Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 2 Oktober 2019.

    Puan berharap masyarakat objektif menilai kinerja lembaga legislatif. "DPR adalah lembaga yang merupakan representasi rakyat, sehingga Gedung DPR adalah rumah rakyat. Kami terbuka terhadap aspirasi dan masukan masyarakat," ujar Putri Megawati Soekarnoputri ini.

    Pidato Puan Maharani ini mirip seperti pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Sidang Tahunan MPR 16 Agustus lalu. Jokowi menjanjikan pemerintahan yang tidak alergi kritik.

    Pada 16 Agustus lalu, Presiden Jokowi Jokowi mengajak semua lembaga-lembaga negara untuk tidak cepat berpuas diri atas semua pencapaian selama setahun belakangan. Jokowi juga mengingatkan agar semua lembaga negara tidak antikritik.

    "Kita tidak boleh alergi terhadap kritik. Bagaimanapun kerasnya kritik itu, harus diterima sebagai wujud kepedulian, agar kita bekerja lebih keras lagi memenuhi harapan rakyat," ujar Jokowi dalam acara Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Puan Maharani menyampaikan hal yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.