Malam Ini, Puan Maharani Dilantik Jadi Ketua DPR 2019-2024

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden kelima RI Megawati Soekarno Puteri (kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (ketiga kiri) berjalan bersama diikuti istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya Yenny Wahid, sebelum mengikuti Sidang Tahunan, di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden kelima RI Megawati Soekarno Puteri (kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (ketiga kiri) berjalan bersama diikuti istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya Yenny Wahid, sebelum mengikuti Sidang Tahunan, di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, JakartaKetua DPR RI Periode 2019-2024 akan dilantik di Kompleks Parlemen, Senayan pada pukul 19.00, Selasa, 1 Oktober 2019. PDIP memastikan mengusulkan Puan Maharani sebagai Ketua DPR.

    "Iya dijadwalkan malam ini," ujar Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar lewat pesan singkat kepada Tempo, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Puan mengaku bangga karena setelah lebih dari 70 tahun, Indonesia akhirnya memiliki pimpinan DPR perempuan. "Pecah telor pimpinan DPR perempuan setelah 70 tahun. Semoga bisa menjadi inspirasi lah," ujar Puan Maharani di Ruangan Fraksi PDIP, Lantai 7 Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 1 Oktober 2019.

    Puan juga mengonfirmasi bahwa dirinya sudah mundur dari jabatan sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI). "Kemarin saya sudah ijin pamit ke presiden untuk mundur agar bisa dilantik menjadi anggota DPR RI," ujar Puan Maharani.

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, posisi Ketua DPR diberikan kepada partai pemenang pemilu. Kali ini, menjadi jatah PDIP.

    Selanjutnya posisi wakil ketua DPR akan ditempati perwakilan partai dengan perolehan suara terbanyak berikutnya secara berurutan. Untuk periode ini, jatah wakil ketua DPR diperoleh Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem selaku partai yang masuk lima besar suara terbanyak.

    Partai Gerindra mengusulkan nama Sufmi Dasco Ahmad sebagai Wakil Ketua DPR. NasDem mengusulkan Rahmat Gobel. Sementara Golkar menyebut nama Aziz Syamsuddin sebagai calon kuat. PKB sebelumnya menyebut nama Cucun Syamsurizal dan Daniel Johan sebagai dua kandidat calon. Sore ini, DPR menggelar Bamus untuk menetapkan Pimpinan DPR dan MPR untuk selanjutnya dilantik sore ini juga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.