Lulung dan Yasonna Laoly Incar Kursi di Komisi III DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Memakai baju biru, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung memastikan bahwa dirinya akan pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dalam waktu dekat. Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Memakai baju biru, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung memastikan bahwa dirinya akan pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN) dalam waktu dekat. Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi PAN Abraham Lunggana atau Haji Lulung mengincar kursi di Komisi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan atau Komisi III DPR. "Saya tinggal menunggu penugasan partai," kata Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu setelah dilantik sebagai anggota DPR periode 2019-2024 di kompleks Senayan, Selasa 1 Oktober 2019.

    Komisi III juga diincar mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. "Itu nanti fraksi yang akan menentukan. Tapi maunya saya, ya biasanya di Komisi III," ujar Yasonna Laoly pada kesempatan yang sama.

    Anggota DPR RI Periode 2019-2024 termuda, Hillary Brigitta Lasut (23 tahun) juga sudah mematok kursi di Komisi III DPR RI. Komisi ini merupakan salah satu yang kinerjanya paling disorot karena membidangi hukum. "Hampir pasti aku di Komisi III sih, sesuai latar belakang keilmuan. Tapi SK-nya belum keluar," ujar Hillary.

    Di Komisi III nanti, Hillary memprioritaskan agar bisa menyelesaikan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang belum selesai dibahas oleh anggota DPR periode 2014-2019. "Prioritas RKUHP dan pembahasan UU yang belum selesai kemarin, seperti Perpu KPK," ujar dia.

    Selain itu, Hillary mengatakan, dirinya juga akan mengusulkan UU yang spesifik mengatur cyber crime dan ilegal fintech atau pidana fintech. "Aku kepingin ajuin UU itu juga di komisi III," ujar Hillary.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.