Diduga Sempat Diculik, Ninoy Karundeng Sudah Dibebaskan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia, Jack Lapian, setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Ia diperiksa atas laporannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kebijakan penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 5 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia, Jack Lapian, setelah menjalani pemeriksaan selama empat jam di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Ia diperiksa atas laporannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kebijakan penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 5 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pegiat media sosial Ninoy Karundeng dikabarkan sudah dilepaskan dan kembali ke rumahnya. Sebelumnya, Ninoy dikabarkan sempat diculik. Video yang menampilkan Ninoy tengah diinterogasi dengan wajah lebam beredar di media sosial.

    Rekan Ninoy, Jack Lapian membenarkan bahwa pria dalam video tersebut adalah sahabatnya. Ia mengatakan saat ini sahabatnya itu telah dipulangkan ke rumah. “Barusan saya telepon, ini Ninoy sudah dilepas,” kata Jack saat dihubungi, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Jack menuturkan Ninoy sempat bercerita bahwa dirinya dibawa oleh sekelompok orang saat sedang meliput. Jack menduga kelompok tersebut mengenali wajah Ninoy sehingga langsung membawa rekannya itu ke suatu tempat di Jakarta Pusat. “Petamburan katanya,” kata Jack.

    Jack tidak menjelaskan secara detail pihak yang diduga menculik rekannya tersebut. Ia juga tidak menjelaskan lokasi temannya itu sempat disekap. Ia mengatakan Ninoy saat ini juga tak berani melaporkan kejadian yang ia alami ke kepolisian. “Dia khawatir sama keluarganya, karena para pelaku antar dia sampai rumahnya,” kata Jack.

    Dalam rekaman video berdurasi 2 menit 42 detik yang tersebar di WhatsApp, Ninoy dengan wajah babak belur tengah diinterogasi oleh seorang pria yang hanya terdengar suaranya. Si pria menanyakan tujuan Ninoy datang ke tempat tersebut. Si pria juga menuding bahwa Ninoy adalah buzzer.

    “Kamu meliput demo di DPR, terus di dalam laptop kamu itu ada unsur kebencian yang diarahkan ke tokoh-tokoh yang sangat dekat dengan kita. Tujuannya apa,” kata si pria tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.