Jokowi Tiba di Gedung DPR Disambut Kapolri

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan duka cita atas 33 korban meninggal dalam kerusuhan Wamena, di Istana Kepresidenan Bogor, 30 September 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan duka cita atas 33 korban meninggal dalam kerusuhan Wamena, di Istana Kepresidenan Bogor, 30 September 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Joko Widodo tiba di Gedung Nusantara yang menjadi lokasi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah periode 2019-2024. Jokowi sampai sekitar pukul 09.15 WIB didampingi ibu negara Iriana Jokowi.

    Di lobi Gedung Nusantara, Jokowi disambut oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian. Tito tiba lebih dulu sekitar pukul 09.10 WIB.

    Sebanyak 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD periode 2019-2024 akan dilantik hari ini. Mereka akan diambil sumpah jabatannya dengan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Setelah diambil sumpah jabatan, acara akan dilanjutkan dengan sidang paripurna perdana DPR, DPD, dan MPR. Anggota tertua dan termuda ditunjuk menjadi pimpinan sidang sementara.

    "Ketua sementara adalah Haji Abdul Wahab Dalimunthe SH dari Partai Demokrat daerah pemilihan Sumatera Utara satu. Wakil ketua sementara adalah Hillary Brigitta Lasut dari Partai Nasdem daerah pemilihan Sulawesi Utara," kata Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Adapun pimpinan sementara sidang paripurna DPD adalah Sabam Sirait dan Zialika Maharani. Sedangkan pimpinan sementara sidang paripurna MPR adalah Sabam Sirait dan Hillary.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.