Akademisi: 7 Faktor Penyebab Kekerasan Muncul di Demo Mahasiswa

Sejumlah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi solidaritas di depan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis malam, 26 September 2019. Aksi solidaritas tersebut dilakukan untuk mendoakan almarhum Randi, salah satu mahasiswa Universitas Haluoleo yang tewas saat mengikuti demonstrasi di depan kantor DPRD Sulawesi Utara. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Analis politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun menyebut ada tujuh faktor yang menyebabkan kekerasan kerap mewarnai demo mahasiswa. Faktor pertama adalah kekecewaan mahasiswa dan masyarakat terhadap kinerja elit politik yang buruk. "Misalnya terhadap praktek korupsi yang terus-menerus dilakukan elit politik," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Oktober 2019.

Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat 61 persen korupsi dilakukan oleh aktor politik. Kekecewaan itu memuncak ketika kalangan legislatif dan eksekutif bersepakat untuk melemahkan KPK lewat revisi undang-undang.

Faktor kedua, menurut Ubedilah ialah ekonomi yang melambat. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkisar pada 5,05 persen per tahun menunjukan adanya pengurangan peluang kerja hingga berkurangnya penghasilan masyarakat. Situasi ini, kata dia, dapat dengan mudah memicu kemarahan masyarakat.

Direktur Eksekutif Center for Social Political, Economic and Law Studies ini menyebut faktor ketiga ialah ketidakpastian peluang kerja anak-anak Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Mereka, kata dia, juga kecewa pada elit politik yang lebih mementingkan diri sendiri dibanding nasib jutaan anak SMA. Kekecewaan ini, kata dia, lagi-lagi menemukan kanalnya lewat upaya melemahkan KPK.

Faktor keempat, kata Ubedilah, karena sistem politik yang tidak dijalankan sesuai dengan sistem Pancasila dan demokrasi. Kelima, menurut dia adalah kebijakan pusat yang dinilai kurang adil terhadap daerah. Hal itu, diperburuk dengan cara aparat menangani problem di daerah yang kerap menggunakan cara represif.

Keenam, kata dia, aparat juga kerap menggunakan cara represif dibandingkan dialogis dan kultural dalam menghadapi demo mahasiswa. "Seharusnya yang diutamakan dilakukan aparat negara adalah cara-cara dialogis dan kultural dalam menghadapi rakyatnya baik di pusat msupun di daerah. Termasuk cara aparat keamanan menghadapi para demonstran," kata dia.

Ketujuh, Ubedilah mengatakan rakyat kecewa karena elit politik lebih mementingkan kepentingan elit politik dan elit ekonomi dibanding kepentingan nasional. Hal itu, kata dia, terlihat dari dipercepatnya pembahasan sejumlah UU bermasalah seperti UU KPK, RUU KUHP dan ketenagakerjaan. "Watak elit semacam itu telah membuat kekecewaan semakin akumulatif."






Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

1 hari lalu

Kapolda Metro Usul Lokasi Demonstrasi Dipindah ke Monas, Pengelola: Nanti Dibicarakan Pimpinan

Pengelola Monas sebut usulan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran soal lokasi demo di Monas perlu dibahas lebih lanjut di level pimpinan.


Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

1 hari lalu

Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Blokir dilakukan di tengah meluasnya aksi demonstrasi di Iran atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes.


Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

1 hari lalu

Kapolda Metro Sudah Bicara dengan Anies Baswedan Soal Pemindahan Lokasi Demonstrasi

Kapolda Metro Fadil Imran berharap ide pemindahan lokasi demonstrasi dari Patung Kuda ke Monas bisa segera terealisasi.


Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

1 hari lalu

Kapolda Metro Tak Masalah Ada Demo Berjilid-jilid Usai Jokowi Menaikkan Harga BBM

Kapolda Metro Fadil Imran tak mempermasalahkan ada demo berjilid-jilid setelah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. Asal tak melanggar hukum.


Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

1 hari lalu

Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

Kapolda Metro Fadil Imran mau memindahkan lokasi demonstrasi agar tidak perlu lagi melakukan penutupan jalan dan tak perlu menurunkan banyak polisi.


Partai Buruh dan Petani Gelar Unjuk Rasa Desak Reforma Agraria

1 hari lalu

Partai Buruh dan Petani Gelar Unjuk Rasa Desak Reforma Agraria

Partai Buruh Bersama organisasi buruh dan para petani menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Sabtu, 24 September 2022.


Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

1 hari lalu

Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

Polda Metro Jaya menyiapkan pasukan khusus yang diberi nama Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna. Pasukan apa itu?


Hari Ini Buruh dan Petani akan Unjuk Rasa di Istana Negara

1 hari lalu

Hari Ini Buruh dan Petani akan Unjuk Rasa di Istana Negara

Serikat buruh dan petani akan menggelar unjuk rasa di Istana Merdeka dalam rangka Hari Tani Nasional.


Mahsa Amini, Simbol Perlawanan dan Demonstrasi Besar di Iran

1 hari lalu

Mahsa Amini, Simbol Perlawanan dan Demonstrasi Besar di Iran

Iran sedang dilanda aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu kematian seorang wanita bernama Mahsa Amini.


Jumlah Mahasiwa Aktif di Universitas Terbuka Saat Ini 700 Ribu Orang

1 hari lalu

Jumlah Mahasiwa Aktif di Universitas Terbuka Saat Ini 700 Ribu Orang

Yang registrasi semester dua tahun ini sebanyak 400 ribu lebih. Melonjak lebih dari 100 persen. Rekor di Universitas Terbuka.