Sekjen Kemenristekdikti Prihatin Dosen IPB Tertangkap Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Institut Pertanian Bogor (IPB). dok.TEMPO

    Ilustrasi Institut Pertanian Bogor (IPB). dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na'im mengaku prihatin atas tertangkapnya seorang dosen Institut Pertanian Bogor atau IPB berinisial AB yang diduga terkait dengan kasus pembuatan bom molotov demonstrasi Mujahid 212.

    "Sangat prihatin ya," ujar Ainun melalui pesan teks, Senin, 30 September 2019.

    AB diringkus oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 28 September 2019 di Cipondoh, Tangerang Kota. Ia diduga menyimpan bahan peledak di rumahnya. Ia ditangkap dengan tuduhan melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

    Ainun mengatakan, jika berdasarkan hasil pemeriksaan, AB benar terlibat dalam pembuatan bom molotov dan dikenakan hukuman pidana, maka dosen tersebut akan diproses sesuai peraturan perundangan.

    "Kami akan proses sesuai peraturan, sesuai hasil proses hukumnya," kata Ainun.

    Sebelumnya, IPB mengaku merasa terkejut dan prihatin atas peristiwa penangkapan salah satu tenaga pengajarnya tersebut.

    "Perlu kami sampaikan bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi. Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku," tulis pernyataan kampus itu di situs resminya.

    IPB pun hingga kini masih mencari informasi dan kejelasan mengenai hal tersebut kepada kepolisian untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.