Wiranto Tuding Benny Wenda dan OPM di Balik Rusuh Wamena

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 2 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menuding ada dalang di balik kerusuhan di Wamena, Papua yang menelan lebih dari 30 orang tewas. Ia menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Benny Wenda, sebagai sosok di balik kerusuhan itu.

    "Jadi OPM dan Benny Wenda berusaha membangun suatu kerusuhan dan ekspose ke dunia luar ada kekuatan untuk memerdekakan Papua dan Papua Barat," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 30 September 2019.

    Wiranto mengatakan meski semakin kecil jumlahnya, OPM masih tersisa dan terus bergerilya dari dalam tanah Papua. Gerakan mereka kemudian bertemu dengan gerakan Benny Wenda yang merupakan Ketua Persatuan Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).

    Ia mengatakan kedua kekuatan itu berkonspirasi untuk membuat suasana di Wamena rusuh. Tujuannya, adalah menarik perhatian dunia, lewat agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

    "Menjelang sidang KTT HAM di Swiss dan di Sidang Umum PBB di New York, mereka berusaha menunjukkan eksistensi bergabung dengan kekuatan Benny Wenda yang bergerak di luar negeri," kata Wiranto.

    Namun, menurut Wiranto upaya ini gagal. Meski telah menelan korban jiwa hingga lebih dari 30 orang, namun tak ada negara yang serius menanggapi isu Papua di kedua event itu.

    "Syukur alhamdulillah usaha mereka gagal dan KTT HAM di Swiss tidak dapat perhatian khusus. Di PBB juga selesai, dan tidak ada negara khusus mendengsrkan aspirasi yang bertentangan dengan resolusi 2524 (terkait referendum Papua) yang diputuskan di tahun 1969," kata Wiranto.

    Resolusi Majelis Umum PBB 2524 adalah terkait referendum Papua. Dalam resolusi itu disebutkan bahwa Papua-Papua Barat sah sebagai wilayah Indonesia. Kerusuhan di Wamena, Papua terjadi sejak pekan lalu. Kerusuhan ini mengakibatkan 33 orang tewas dan ribuan lainnya harus mengungsi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.