Tak Jadi Pimpinan DPR Lagi, Fadli Zon: Siap Jadi Bek atau Kiper

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon menyatakan telah menerima keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang tak lagi menunjuk dirinya sebagai pimpinan dewan di periode mendatang. Ibarat pemain sepak bola, ujar Fadli, dia siap mengisi posisi apa pun. Baik, mengisi posisi bek, gelandang, penyerang, atau kiper sekalipun.

    "Ibarat pemain sepak bola ya, kadang kita jadi striker, gelandang tengah, jadi bek, dan kadang kita jadi kiper. Sesuai dengan kebutuhan permainan, tapi yang paling penting saya tetap berkomitmen berpihak pada rakyat," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 30 September 2019.

    Beredar isu, Fadli akan ditempatkan sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di periode mendatang. Namun, dia enggan membenarkan atau membantah informasi tersebut. "Nanti kita lihat saja lah," ujar Wakil Ketua Umum Gerindra ini sambil tersenyum.

    Fadli juga enggan berspekulasi ihwal alasan Prabowo tidak lagi menunjuk dirinya sebagai pimpinan DPR periode mendatang.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut, Prabowo sudah menandatangani SK menunjuk Sufmi Dasco Ahmad sebagai calon Wakil Ketua DPR periode mendatang. Sementara Fadli akan diberi penugasan lain.

    "Pak Prabowo akan memberi penugasan baru Pak Fadli dalam bidang-bidang yang lain yang nanti akan dirumuskan Pak Prabowo," ujar Muzani di lokasi yang sama.

    Muzani menyebut, Fadli digeser dari posisi tersebut sebagai bagian dari rotasi atau pergiliran kepemimpinan dalam partai. "Itu penting untuk regenerasi kepemimpinan," ujar Wakil Ketua MPR RI ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.