Wiranto Komentari Pelantikan Anggota DPR dan Jokowi-Maruf

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota MPR diambil sumpahnya pada saat pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) di ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta 23 Mei 2018. Sebanyak 13 anggota tersebut terdiri dari 12 anggota MPR dari PKB, PAN, PPP, Demokrat, PDIP dan Nasdem serta satu orang dari kelompok DPR tersebut menggantikan rekan mereka dalam sisa waktu hingga 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anggota MPR diambil sumpahnya pada saat pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) di ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta 23 Mei 2018. Sebanyak 13 anggota tersebut terdiri dari 12 anggota MPR dari PKB, PAN, PPP, Demokrat, PDIP dan Nasdem serta satu orang dari kelompok DPR tersebut menggantikan rekan mereka dalam sisa waktu hingga 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan pelantikan presiden-wakil presiden dan DPR merupakan amanat konstitusi.

    "Pelantikan (presiden dan DPR) itu kan amanat konstitusi. Bagian dari tugas kita seluruh masyarakat Indonesia," kata Wiranto, saat membuka rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

    Menurut dia, pelantikan presiden dan DPR merupakan puncak dari hasil pemilihan umum yang dilakukan secara langsung oleh rakyat sehingga memiliki legitimasi kuat.

    Artinya, kata dia, siapa pun, baik perorangan, kelompok, atau pihak mana pun yang mencoba menggagalkan pelantikan berarti melawan konstitusi.

    "Kita akan lakukan langkah pengamanan yang maksimal agar pelantikan itu dapat berlangsung dengan baik. Eksistensi negara terancam oleh gerakan-gerakan radikal, anarkis, dan inkonstitusional itu," ujarnya, menegaskan.

    Wiranto mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan dan menyukseskan pelantikan yang menjadi amanat konstitusi.

    "Rapat hari ini nanti hasilnya adalah meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa negara hadir dalam segala kondisi dan situasi. Jangan sampai nanti ada suara-suara sumbang nanti mengatakan tidak hadir, pemerintah tidak care, dan sebagainya," tuturnya.

    Masyarakat juga diminta duduk bersama dan tidak mudah terpengaruh hasutan dan provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Kami ajak masyarakat untuk memahami masalah ini, terutama adik-adik mahasiswa, buruh tani, karyawan, tukang ojek, paramedis, masyarakat agamis duduk bersama-sama. Tidak terpengaruh ajakan-ajakan," ucap Wiranto, berharap.

    Hadir dalam rakortas itu, antara lain Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menkominfo Rudiantara, dan Menkes Nila Moeloek.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.