Mahasiswa Malang Demo Lagi Menuntut Dicabut UU Bermasalah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan gedung DPRD Kota Malang.  Mereka menuntut dicabut UU bermasalah. Tempo /Eko Widianto

    Ratusan mahasiswa berunjukrasa di depan gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut dicabut UU bermasalah. Tempo /Eko Widianto

    TEMPO.CO, Malang - Sekitar 200 mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang memenuhi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Senin, 30 September 2019. Mereka menuntut DPR dan Presiden Jokowi mencabut undang-undang bermasalah serta menuntut Presiden mengeluarkan Perppu mencabut Undang Undang KPK.

    "Undang-undang hanya menguntungkan investor, sedangkan rakyat ditindas, " kata juru bicara aksi, Inam Mustofa dalam orasinya. Pemerintah, kata dia, hanya mewakili investor atau korporasi. Mereka tergabung dalam Front Rakyat melawan Oligarki.

    Oligarki mengeruk uang rakyat. Undang-undang disahkan justru untuk mencekik rakyat karena pemerintah tak melibatkan rakyat. Oligarki menguasai lahan, menjarah tanah, mengeruk uang rakyat, dan korupsi dana rakyat. Negara semena-mena, harus dilawan.

    "Hancurkan oligarki. Negara diatur segelintir orang. Oligarki hanya bisa dilawan dengan revolisi." Inam mengatakan aksi mahasiswa ini tanpa agenda menurunkan Presiden Jokowi atau menggagalkan pelantikan Jokowi menjadi presiden untuk kali kedua.

    "Meruntuhkan oligarki tak bisa dilakukan dengan cara normal. Elektoral." Jika berganti Presiden, hanya akan berganti kekuasaan dan berganti kaum oligarki. Inam menyerukan seluruh elemen untuk turun bergabung dalam aksi para mahasiswa.

    Mereka juga menuntut aparat kepolisian yang melakukan kekerasan yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terbunuh dan terluka. Selain itu, juga menuntut dihentikan segala bentuk kriminalisasi yang dilakukan terhadap para aktivis masyarakat sipil.

    Dalam aksinya, mahasiswa menyanyikan yel-yel revolusi. Serta menyanyikan Garuda Pancasila.

    Ratusan polisi berjajar berjaga selama aksi. Mereka membawa meriam air, dan memasang pagar berduri. Polisi wanita berpakaianan muslimah dan membaca asmaul husna. Aksi berlangsung damai. Massa hanya unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang, tidak ke tempat-tempat lainnya.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.