NasDem Tunjuk Rachmat Gobel Jadi Wakil Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif (kanan) dan Utusan Khusus Presiden Bidang Investasi Jepang Rachmat Gobel (kedua kiri) menunaikan Salat Tarawih di Masjid Indonesia Tokyo, Meguro, Tokyo, Jepang, 4 Juni 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) didampingi Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif (kanan) dan Utusan Khusus Presiden Bidang Investasi Jepang Rachmat Gobel (kedua kiri) menunaikan Salat Tarawih di Masjid Indonesia Tokyo, Meguro, Tokyo, Jepang, 4 Juni 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan partainya telah menunjuk kader yang akan menempati posisi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024. "Bapak Rachmat Gobel ya, yang akan jadi wakil ketua DPR dari fraksi NasDem," kata Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 30 September 2019.

    Selain Rachmat Gobel NasDem juga telah menunjuk Lestari Mukdijat sebagai pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

    NasDem, kata Plate, memilih tokoh-tokoh yang dibutuhkan parlemen untuk membantu mengembalikan citra politik. Proses rebranding ini menurutnya memerlukan tokoh yang tak hanya memiliki kompetensi, tapi juga punya integritas baik. Selain itu tokoh tersebut harus memiliki jaringan yang luas.

    "Kami melihat jaringan Pak Rachmat Gobel cocok untuk itu," kata dia.

    Begitu pun dengan MPR RI. Lembaga ini ia nilai membutuhkan tokoh yang memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman. Pasalnya tokoh ini akan menjadi garda terdepan dari konsensus dasar kebangsaan.

    Maka tokoh pimpinan MPR, kata dia, harus mampu menjalin komunikasi yang baik. Plate juga menyebut, MPR akan memainkan peran yang cukup strategis di waktu mendatang.

    Plate melanjutkan penunjukan ini akan segera disahkan dengan Surat Keputusan. Setelah disahkan surat ini secara formil akan disampaikan melalui fraksi masing-masing, baik di DPR, maupun MPR. "SK akan ditanda tangani oleh ketua umum dan sekjen," kata dia.

    Sesuai Undang-Undang MD3, NasDem berhak mendapat kursi pimpinan DPR, karena pada Pemilu 2019 lalu mendapatkan suara terbesar kelima, dengan angka 9,05 persen. Empat partai lain yakni, PDI Perjuangan 19,33 persen, Gerindra 12,57 persen, Golkar 12,31 persen, dan PKB 9,69 persen.

    Sedangkan untuk pimpinan MPR, sesuai dengan revisi MD3 yang baru, pimpinan MPR berjumlah sepuluh kursi. Sembilan untuk tiap fraksi yang lolos ke parlemen, dan satu kursi untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD)arigifik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.