Kapolda Riau Baru Janji Tingkatkan Penanganan Kebakaran Hutan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi upacara sertijab pejabat kepolisian di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 30 September 2019. Mutasi tiga kapolda ini tak lepas dari beberapa kasus yang menjadi sorotan masyarakat beberapa hari ini.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Prosesi upacara sertijab pejabat kepolisian di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 30 September 2019. Mutasi tiga kapolda ini tak lepas dari beberapa kasus yang menjadi sorotan masyarakat beberapa hari ini. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Riau Inspektur Jenderal Agung Setya Imam Effendi berjanji akan meningkatkan upaya penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan. "Kami lanjutkan upaya yang sudah ada, tingkatkan lagi. Kami akan bersama-sama dengan yang lain," kata Agung seusai pelantikan di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 30 Oktober 2019. 

    Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri ini akan menyusun program bersama-sama dengan pihak terkait seperti TNI dan pemerintah daerah. Program-program yang sudah dicanangkan sebelumnya akan tetap menjadi bahan acuan dan evaluasi. "Tapi pertama lanjutkan yang sudah ada," ujar Agung. 

    Hari ini, 30 Oktober 2019, Agung menjabat sebagai Kapolda Riau setelah dilantik Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Ia menggantikan posisi Inspektur Jenderal Widodo Eko Prihastopo yang sekarang menjadi Pati Baintelkam Polri.

    Selain Agung, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian juga melantik Brigadir Jenderal Merdisyam yang menjadi Kepala Kepolisian Sulawesi Tenggara, menggantikan Brigadir Jenderal Iriyanto yang kini menjabat sebagai Irwil 3 Irwasum Polri. Juga Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua menggantikan Inspektur Jenderal Rudolf Albert Rodja yang menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

    Riau, Papua, dan Sulawesi Tenggara memang sedang menjadi sorotan. Ketiga daerah itu belakangan bermasalah. Riau santer diberitakan soal kebakatan hutan dan lahan, sedangkan Papua menonjol karena kerusuhan dan pelanggaran HAM. Sedangkan Kendari, Sulawesi Tenggara, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) tewas dalam demonstrasi pada Kamis lalu, 26 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.