Gubernur Papua Temui Wagub Sumatera Barat Bahas Kerusuhan Wamena

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal saat mengikuti rapat terbatas percepatan pelaksanaan divestasi PT Freeport Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Masalah lingkungan hidup menjadi salah satu materi dalam pembahasan rapat terbatas tersebut. TEMPO/Subekti.

    Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal saat mengikuti rapat terbatas percepatan pelaksanaan divestasi PT Freeport Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Masalah lingkungan hidup menjadi salah satu materi dalam pembahasan rapat terbatas tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe menemui Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang tengah berkunjung ke Wamena untuk melihat kondisi warga Minang di daerah itu.

    Seperti diketahui, perantau asal Minang banyak menjadi korban dalam kerusuhan di Wamena yang terjadi Senin, 23 September 2019 lalu.

    Akibat kerusuhan Wamena itu ribuan orang mengungsi. Mereka mengungsi di berbagai lokasi, sebagian juga sudah pulang ke kampung halamannya.

    Lukas mengatakan pemerintah dan TNI/Polri menjamin keamanan warga masyarakat baik orang asli Papua maupun non OAP di atas tanah Papua.

    "Kami sangat menyesalkan adanya kejadian kerusuhan Wamena dan secara umum di Papua di mana semua berawal dari kejadian di Surabaya serta Malang," katanya.

    Menurut Lukas, diakui peristiwa yang terjadi di Wamena adalah di luar pengetahuan semua pihak. Ia mengatakan sudah ke Wamena menemui para pengungsi serta memberikan rasa aman kepada mereka.

    "Tentu kami sesalkan kejadian ini. Masyarakat tidak perlu takut karena pemerintah dan pihak TNI/POLRI akan menjamin keamanan," ujarnya.

    Senada dengan Lukas Enembe, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan kedatangannya ke Papua terkait informasi yang simpang siur tentang kondisi warga Minang baik yang menjadi korban maupun yang mengungsi di Wamena dan Jayapura.

    "Tujuan saya ke Papua untuk memberikan pemahaman dan ingin melihat kondisi sebenarnya. Ternyata masyarakat Minang itu tidak semua ingin pulang, warga bilang sudah lahir dan besar di Papua jadi ingin tetap tinggal di Papua," katanya.

    Dia menambahkan pihaknya sudah ke Wamena dan di sana warga Minang tercatat sebanyak 981 orang. Saat ini 672 masih berada di Papua dan 300 lebih sudah mengungsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.