Polda Sultra Tarik Pulang 500 Polisi untuk Pengamanan Kendari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa menarik sepeda motor dan merusaknya dari gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara setelah menjebol pagar, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 September 2019. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di di Kendari tersebut melakukan aksi untuk menolak UU KPK dan RUU KUHP. ANTARA

    Sejumlah mahasiswa menarik sepeda motor dan merusaknya dari gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara setelah menjebol pagar, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 26 September 2019. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di di Kendari tersebut melakukan aksi untuk menolak UU KPK dan RUU KUHP. ANTARA

    TEMPO.CO, Kendari - Sebanyak 500 personel Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara yang bertugas untuk pengamanan di Jakarta dan Papua dipulangkan ke Kendari. Ini dilakukan untuk membantu pengamanan kota pasca bentrok antara mahasiswa dan kepolisian pada Kamis pekan lalu.

    "Ini untuk membantu pengamanan di Kota Kendari. Terlebih personel yang bersiaga baik di Polda dan Polres saat ini terbatas," kata Kepala Bidang Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt di Kendari, Senin, 30 September 2019.

    Harry menyebutkan, 500 personel itu terdiri dari 200 personel Sabhara. Mereka telah tiba di Kendari Ahad sore dari Jakarta. Sementara sebanyak 300 personel berasal dari Satuan Brimob yang tiba pada malam harinya dari Papua.

    Seperti diketahui, dua mahasiswa Universitas Haluoleo meninggal setelah aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada Kamis, 26 September 2019. Para mahasiswa menolak pengesahan sejumlah Rancangan Undang-Undang yang dianggap bermasalah.

    Sementara itu, ribuan mahasiswa dari berbagai elemen direncanakan kembali melakukan demonstrasi di Mapolda Sultra, Senin, 30 September 2019. Mereka menuntut pertanggungjawaban Polda Sultra atas kasus gugurnya dua mahasiswa tersebut.

    Pantauan Tempo, sejumlah titik di Kota Kendari saat ini dijaga ketat personel TNI. Titik-titik tersebut antara lain pos penjagaan polisi, terminal, pasar, apotek, sekolah, rumah sakit dan objek vital lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.