Ini 6 Pernyataan Sikap Aksi Damai Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat Cinta Damai dan Cinta NKRI menggelar konferensi pers Aksi Damai Kami Bersama Jokowi pada Minggu, 29 September 2019 di Gedung Sarinah, Jakarta. Tempo/Halida Bunga

    Masyarakat Cinta Damai dan Cinta NKRI menggelar konferensi pers Aksi Damai Kami Bersama Jokowi pada Minggu, 29 September 2019 di Gedung Sarinah, Jakarta. Tempo/Halida Bunga

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pendukung Jokowi yang tergabung dalam Masyarakat Cinta Damai dan Cinta NKRI, James Talakua, menyatakan aksi damai ini wujud imbauan kepada masyarakat untuk menahan diri dan menjaga negeri ini agar tetap kondusif.

    "Kedua, kami mengecam keras segala bentuk penghinaan lambang negara dan harkat martabat setiap warga negara karena bertentangan dengan nilai dan adab leluhur bangsa Indonesia yang bhinneka tunggal ika," kata dalam konferensi pers seusai unjuk rasa di di halaman gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, sore ini, Minggu, 29 September 2019. 

    James menjelaskan bahwa aksi ini menentang dan mengecam keras bentuk unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya dengan tindakan anarkistis. Khususnya yang bertujuan untuk melecehkan pemerintahan yang sah. "Untuk itu kami siap sebagai garda terdepan mengawal pemerintahan dan Presiden Jokowi."

    Aksi dimulai pukul 15.00 WUB dan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, Bagimu Negeri, Maju Tak Gentar dan Bendera. Dilanjutkan deklarasi dan sosialisasi tagar #kamibersamajokowi, dengan cara membagikan 2.000 kuntum bunga mawar merah dan putih, sticker, spanduk, dan poster dukungan kepada masyarakat di sekitar Sarinah.

    Masyarakat Cinta Damai dan Cinta NKRI, James melanjutkan, akan mengawal pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024 yang rencananya digelar pada 20 Oktober 2019.

    "Kami mendukung penuh kekompakan TNI dan Polri untuk memberantas makar dan separatisme yang ingin mengganti UUD 1945 dan Pancasila," tutur James.

    Lebih jauh, Masyarakat Cinta Damai dan Cinta NKRI berduka cita atas korban kekerasan yang terjadi akibat kerusuhan di Wamena dan demonstrasi mahasiswa di Kendari, Sulawesi Utara. James lantas meminta aparat keamanan menjaga supaya situasi kembali aman dan aktifitas masyarakat berjalan normal kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.